SUMSELDAILY.CO.ID,CO, BENGKULU – Keandalan pasokan listrik tidak hanya bergantung pada kesiapan jaringan maupun peralatan, tetapi juga ditentukan oleh kondisi kesehatan para personel yang menjalankan operasional di lapangan. Menyadari hal tersebut, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Teluk Segara menggelar pemeriksaan kesehatan rutin bagi seluruh pegawai dan tenaga alih daya (TAD).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor PLN ULP Teluk Segara pada 27 Juli 2026 itu dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Pasar Ikan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan PLN.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Diksi Erfani Umar, menegaskan bahwa keselamatan kerja tidak hanya diwujudkan melalui penggunaan alat pelindung diri maupun kepatuhan terhadap prosedur operasional, tetapi juga dimulai dari kondisi fisik personel yang sehat dan siap bekerja.
“Keselamatan kerja dimulai sejak personel memastikan dirinya sehat dan siap menjalankan tugas. Pemeriksaan kesehatan secara berkala membantu kami mengenali risiko lebih dini, sehingga setiap pegawai dapat bekerja dengan aman, fokus, dan produktif. Personel yang sehat menjadi fondasi bagi pelayanan kelistrikan yang andal kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Diksi, kesehatan pegawai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan. Dengan kondisi fisik yang prima, personel dapat menjalankan tugas secara optimal sekaligus meminimalkan potensi risiko kecelakaan kerja.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Teluk Segara, Febri Doni, mengatakan pekerjaan di sektor kelistrikan membutuhkan kesiapan fisik, konsentrasi, serta ketelitian yang tinggi. Oleh sebab itu, pemantauan kesehatan secara berkala menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional.
“Pelayanan terbaik kepada pelanggan berawal dari personel yang sehat dan siap bekerja. Melalui pemeriksaan rutin ini, kami ingin memastikan seluruh pegawai dan tenaga alih daya berada dalam kondisi prima sehingga mampu menjaga keandalan listrik serta memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan profesional,” katanya.
Senada dengan itu, Manajer PLN UP3 Bengkulu, Teguh Aang Harmadi, menyebut kesehatan personel merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung terhadap produktivitas, keselamatan kerja, dan mutu pelayanan kepada masyarakat.
“PLN tidak hanya memastikan kesiapan sistem kelistrikan, tetapi juga menjaga orang-orang yang mengoperasikan dan memeliharanya. Ketika kesehatan personel terjaga, tim dapat merespons kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, bekerja lebih aman, dan memberikan layanan secara konsisten,” ungkapnya.
Melalui pemeriksaan kesehatan rutin tersebut, PLN terus memperkuat penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Upaya ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan pelayanan kelistrikan yang andal bagi masyarakat di wilayah Bengkulu.
