Karhutla Tanjung Api-Api Rusak Kabel Tanah PLN, Tim Bergerak Pulihkan Jaringan

  • Bagikan

SUMSELDAIY.CO.ID, PALEMBANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Tanjung Api-Api, Palembang, pada 8 September 2026, tak hanya membakar lahan. Infrastruktur kelistrikan milik PLN ikut terdampak akibat panas dan api yang menjalar di sekitar jaringan.

Kerusakan terjadi pada kabel tanah PLN di ruas Jalan Tanjung Api-Api, tepatnya pada jalur antara PT Sriwijaya Alam Segar (SAS) hingga PT Mulya Steel.

Menyusul kejadian tersebut, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang bersama Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sukarami langsung melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap jaringan yang terdampak.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Diksi Erfani Umar, mengatakan karhutla yang terjadi di sekitar jaringan listrik memiliki dampak berlapis.

Tidak hanya berpotensi merusak aset kelistrikan, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko keselamatan petugas yang harus melakukan penanganan di lokasi.

“Ketika api mendekati jaringan listrik, yang terdampak bukan hanya aset PLN. Ada pelayanan masyarakat yang harus kami jaga, ada petugas yang harus masuk ke lokasi dengan risiko keselamatan yang lebih tinggi, dan ada aktivitas pelanggan yang bergantung pada keandalan listrik,” ujar Diksi dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, pencegahan kebakaran lahan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Sebab, gangguan yang bermula dari kebakaran di sekitar jaringan dapat berujung pada kerusakan infrastruktur dan gangguan pelayanan.

Diksi mengatakan PLN berupaya mempercepat penanganan setiap gangguan yang dipicu kondisi eksternal, namun seluruh proses tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja.

“Kami memahami listrik menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat. Karena itu, ketika infrastruktur kami terdampak, petugas segera bergerak melakukan pemeriksaan dan perbaikan,” katanya.

Setelah menerima laporan kebakaran, petugas PLN UP3 Palembang dan ULP Sukarami turun ke lokasi untuk mengidentifikasi kondisi jaringan. Penanganan kemudian dilakukan terhadap kabel tanah yang terdampak dengan menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Manajer PLN ULP Sukarami, Satria Cakra Utama, mengatakan kondisi lokasi menjadi perhatian utama sebelum petugas melakukan pekerjaan.

“Begitu mendapatkan informasi adanya kebakaran yang berdampak pada jaringan, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan. Kami ingin proses pemulihan berjalan cepat, tetapi keselamatan petugas tetap tidak bisa ditawar,” ujar Satria.

Petugas terlebih dahulu memastikan area kerja aman dari bara api maupun potensi bahaya lainnya. Pemantauan di sekitar titik kebakaran juga dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap jaringan kelistrikan.

Menurut Satria, keberadaan jaringan listrik di kawasan rawan kebakaran membuat upaya pencegahan menjadi penting. Sebab, kerusakan pada jaringan bukan hanya menyangkut aset PLN, tetapi juga dapat berdampak terhadap pelanggan yang bergantung pada pasokan listrik.

“Di balik setiap jaringan yang terdampak, ada pelanggan yang membutuhkan listrik untuk menjalankan aktivitasnya,” katanya.

PLN pun mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan. Titik api yang ditemukan dan berpotensi meluas juga diminta segera dilaporkan kepada pihak berwenang.

“Menjaga jaringan listrik bukan hanya tugas PLN. Ada peran masyarakat yang sangat besar dalam mencegah kejadian yang sebenarnya dapat dihindari,” ujar Satria.

PLN menyatakan akan terus meningkatkan pemantauan jaringan di kawasan yang memiliki potensi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan infrastruktur sekaligus mempertahankan keandalan pelayanan listrik bagi masyarakat.

Penulis: Riki Okta Putra
Editor: ROP
  • Bagikan
Exit mobile version