APHI dan Mitra APP Group Salurkan 8.000 Masker untuk Warga Terdampak Asap Karhutla

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Sebanyak 80 relawan bergerak ke sejumlah kawasan ramai di Kota Palembang, Jumat (11/9/2026). Mereka membagikan 8.000 masker kepada masyarakat sebagai langkah membantu mengurangi risiko paparan asap di tengah kondisi udara yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aksi bertajuk “Peduli Berbagi Masker” itu digelar Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komda Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut mengusung semangat “Bersama Melindungi, Bersama Sehatkan Negeri” dan melibatkan sejumlah organisasi, mahasiswa serta komunitas pengemudi ojek online.

Masker yang dibagikan merupakan bantuan dari perusahaan mitra APP Group yang disalurkan melalui APHI Sumatera Selatan. Para relawan kemudian mendistribusikannya secara langsung kepada warga di delapan titik strategis dan pusat keramaian di Palembang.

Kolaborasi itu melibatkan Paguyuban Sinar Mas Sumatera Selatan, LKNU Sumsel, Laznas Yakesma Sumsel, mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, Paguyuban Ojol Trisula Nusantara, serta Komunitas Ojol Garing yang menaungi pengemudi Gojek dan Grab di kawasan Jakabaring.

Ketua APHI Komda Sumatera Selatan Iwan Setiawan mengatakan, penanganan karhutla tidak berhenti pada upaya pemadaman dan pengendalian api. Perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak kondisi udara juga menjadi bagian penting yang membutuhkan dukungan lintas sektor.

“Penanganan dampak karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya dalam pengendalian di lapangan, tetapi juga dalam melindungi masyarakat dari dampaknya,” kata Iwan.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat diharapkan membuat bantuan dapat diterima langsung oleh warga yang membutuhkan.

“Pembagian masker ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi kualitas udara saat ini,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Sumatera Selatan Edward Candra yang melepas keberangkatan para relawan mengapresiasi dukungan APHI dan perusahaan mitra APP Group. Ia menyebut pembagian masker menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik.

“Kami mengapresiasi APHI dan APP Group yang telah menunjukkan kepedulian melalui bantuan masker untuk masyarakat. Hari ini kita melepas para relawan untuk bersama-sama membagikan 8.000 masker,” ujar Edward.

Edward mengatakan, dampak karhutla terhadap kualitas udara mulai dirasakan masyarakat. Pemerintah juga mencermati adanya kecenderungan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Kita sudah merasakan bagaimana kondisi udara saat ini sebagai dampak dari karhutla. Melihat data yang ada, tingkat ISPA cenderung meningkat,” katanya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri selama kondisi udara masih terdampak asap. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan.

“Dengan kondisi ini, kita perlu menjaga kesehatan bersama, salah satunya dengan menggunakan masker,” lanjutnya.

Di sisi lain, pemerintah bersama berbagai pihak masih melakukan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Edward berharap upaya pengendalian yang dilakukan dapat segera membuahkan hasil sehingga kondisi udara kembali membaik.

“Upaya sudah dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai pihak untuk mengendalikan karhutla. Kita berharap upaya ini berhasil,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berdoa agar hujan segera turun dan kondisi karhutla berakhir.

“Kita juga melaksanakan salat istisqa, semoga Allah SWT menurunkan hujan sehingga karhutla berakhir dan kita bisa kembali menghirup udara yang nyaman,” katanya.

Pembagian 8.000 masker tersebut menjadi salah satu bentuk respons bersama terhadap dampak karhutla. Keterlibatan relawan dari unsur pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, mahasiswa hingga komunitas ojol sekaligus memperlihatkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat dilakukan melalui kolaborasi berbagai elemen.

Penulis: IND
Editor: ROP
  • Bagikan
Exit mobile version