SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Upaya percepatan pengentasan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Sumatera Selatan kini memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Pemerintah Kota Palembang resmi menggerakkan kolaborasi lintas sektor melalui program GEBRAK RUTILAHU 2026.
Peluncuran program yang digelar di kawasan Seberang Ulu II, Palembang, menjadi sinyal kuat bahwa penanganan rutilahu tidak lagi dilakukan secara biasa, melainkan dengan pendekatan gotong royong yang melibatkan banyak pihak.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai gerakan bersama, bukan sekadar program pemerintah semata.
“GEBRAK RUTILAHU ini bukan hanya mengandalkan APBD atau dana pemerintah saja. Kita libatkan semua stakeholder, mulai dari BUMN, BUMD, hingga sektor swasta,” ujar Herman Deru.
Ia menekankan pentingnya kepedulian kolektif dalam membantu masyarakat yang masih tinggal di hunian tidak layak.
“Kita ingin menggugah rasa empati semua pihak. Mudah-mudahan dengan gerakan ini, semakin banyak yang terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.
Herman Deru juga membuka ruang keterlibatan tokoh masyarakat hingga tingkat akar rumput.
“Kita akan rangkul tokoh-tokoh berpengaruh sampai ke desa dan kelurahan. Ini harus jadi gerakan bersama yang masif,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan jumlah rumah tidak layak huni yang menjadi prioritas penanganan di Kota Palembang.
“Saat ini tercatat ada 3.067 unit rumah tidak layak huni di Palembang yang menjadi target perbaikan,” jelas Ratu Dewa.
Ia menyebut, dukungan pembiayaan tidak hanya bersumber dari pemerintah daerah, tetapi juga dari pemerintah pusat dan berbagai pihak lainnya.
“Palembang juga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, kemudian dari APBD, serta dukungan stakeholder lainnya. Ini yang membuat kita optimistis,” ujarnya.
Ratu Dewa menegaskan, pihaknya menargetkan seluruh perbaikan dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditetapkan.
“InsyaAllah target kita pada 2027, seluruh 3.067 rumah itu sudah selesai diperbaiki. Ini komitmen yang harus kita wujudkan bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Kita ingin ini menjadi gerakan bersama. Bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kepedulian sosial,” pungkas Ratu Dewa.
Dengan peluncuran GEBRAK RUTILAHU 2026, pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat terwujudnya hunian yang layak, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Sumatera Selatan.














