PPDB SD Mulai Juni, Wali Murid Diminta Bersiap Daftarkan Anaknya

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), tingkat Sekolah Dasar (SD) dilingkungan Kota Palembang akan dilaksanakan pada bulan Juni nanti. Bagi orang tua siswa atau wali murid hendaknya bersiap untuk segera mendaftarkan anaknya secara online.

“Pada bulan Juni nanti PPDB tingkat SD akan dilaksanakan secara serentak secara online,” kata Kepala SDN 129 Palembang Wiwin Purwanti SPd SD saat ditanyai di Sekolah SDN 129, Senin (30/5/2022).

Ia melanjutkan, saat ini disekolahnya memiliki daya tampung sebanyak 4 kelas atau rombel. Dimana untuk tiap rombel memiliki daya tampung sebanyak 28 orang siswa.

Dijelaskan, untuk persyaratan sudah ada di website Dinas Pendidikan Kota Palembang melalui laman web https://ppdbpalembang.com. Jadi bagi para wali murid bisa langsung melihat web tersebut untuk mengisi daftar siswa. Syarat juga hanya sebatas berkas riwayat umum saja seperti KK dan Akte kelahiran calon siswa tersebut.

Ia juga mengatakan, agar para wali murid jangan takut mengenai biaya. Sebab dari awal sampai akhir kegiatan PPDB tidak diminta uang apapun. Ia juga berharap agar para calon wali murid langsung mendaftarkan anaknya secara langsung tanpa melalui calon atau menyuruh pihak luar.

“Mengenai biaya jangan takut tidak ada biaya apapun yang akan diambil. Saya berharap PPDB tahun ini akan lancar sama seperti tahun lalu,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto SPd MM mengatakan, penerima siswa baru sendiri mengaju kepada peraturan kementerian. Dalam hal ini semua aturan yang berlaku disekolah memang berdasarkan petunjuk teknis dari Kementerian itu sendiri.

Jadi jangan sampai sekolah membuat atau menyalahi aturan yang telah baku. Seperti mengenai berapa persen jumlah siswa dari jalur yang ada. Seperti jalur PMPA atau jalur prestasi akademik dan non akademik. Serta jalur zonasi dimana dalam hal ini jarak rumah terdekat yang menjadi aturan.

Kemudian jalur afirmasi dimana bagi masyarakat yang memiliki kekurangan dalam segi ekonomi lebih di utamakan. Serta terakhir jalur reguler atau tes dimana siswa akan di nilai menurut kemampuan siswa tersebut.

“Kita berharap semua sekolah dapat menerapkan aturan secara sempurna. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya sehingga siswa yang diserap oleh sekolah benar-benar sesuai dengan Juknis yang ada,” jelas dia.

  • Bagikan
Exit mobile version