PN Palembang Lepas Ketua dan Dua Hakim dengan Haru

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG — Suasana haru bercampur kehangatan keluarga besar Pengadilan Negeri (PN) Palembang mewarnai acara Pengantar Alih Tugas Ketua PN Palembang, Bapak Agus Walujo Tjahyono, S.H., M.H., bersama dua hakim, Bapak Eddy Cahyono, S.H., M.H., dan Bapak Harun Yulianto, S.H., M.H.
Kegiatan berlangsung penuh makna di halaman Museum Tekstil Palembang, yang sementara difungsikan sebagai kantor PN Palembang, Jumat (24/10).

Dalam rotasi jabatan yang ditetapkan Mahkamah Agung, Bapak Agus Walujo Tjahyono mendapat promosi sebagai Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Bali, sementara Hakim Eddy Cahyono dan Hakim Harun Yulianto akan melanjutkan pengabdian di Pengadilan Negeri Tangerang.
Adapun posisi Ketua PN Palembang akan digantikan oleh Dr. I Nyoman Wiguna, S.H., M.H., yang kini masih menjabat sebagai Wakil Ketua PN Tangerang Kelas IA Khusus, dan dijadwalkan dilantik pada akhir Oktober 2025.


Penuh Haru, Namun Tetap Hangat dan Bersahaja

Sejak pagi, halaman Museum Tekstil Palembang tampak semarak dengan kehadiran para hakim, panitera, pegawai, dan tamu undangan. Di bawah tenda sederhana, suasana haru menyelimuti acara yang berlangsung khidmat, akrab, dan penuh kekeluargaan.

Acara dimulai dengan pembacaan doa, dilanjutkan sambutan, tayangan video kenangan, hingga sesi ramah tamah dan foto bersama.
Momen tersebut menjadi ajang refleksi dan perpisahan yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh keluarga besar PN Palembang.

Dalam sambutannya, Ketua PN Palembang, Agus Walujo Tjahyono, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan selama masa jabatannya.

“Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari keluarga besar PN Palembang yang solid, berintegritas, dan saling mendukung. Jabatan boleh berganti, tetapi persaudaraan jangan pernah terputus. Mari kita terus jaga silaturahmi dan semangat untuk menegakkan keadilan dengan hati,” ucapnya disambut tepuk tangan hangat hadirin.


Kenangan yang Tertinggal di Balik Dinding Sejarah

Gedung Museum Tekstil Palembang, yang dibangun sejak abad ke-19, menjadi saksi perpisahan yang sarat makna itu. Di tempat bersejarah tersebut, para hakim dan pegawai berbagi cerita, tawa, dan air mata melepas rekan kerja yang selama ini menjadi bagian penting perjalanan PN Palembang.

Hakim Eddy Cahyono dan Hakim Harun Yulianto dalam sambutannya juga menyampaikan rasa terima kasih dan kesan selama bertugas.

“PN Palembang bukan hanya tempat bekerja, tapi rumah kedua bagi kami. Kami belajar banyak tentang kebersamaan, ketegasan, dan rasa saling menghargai di sini,” ungkap keduanya dengan nada haru.

Ketua panitia acara menambahkan bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk memperkuat sistem peradilan di seluruh Indonesia.

“Meski berat melepas, kita patut berbangga karena ini bentuk apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme para pejabat yang akan bertugas di tempat baru,” ujarnya.


Penutup yang Penuh Kebersamaan

Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata, doa bersama, dan sesi foto keluarga besar PN Palembang. Beberapa pegawai tampak menitikkan air mata saat berpamitan dengan sosok pemimpin yang dikenal ramah, tegas, dan berintegritas tinggi.

Namun di balik suasana haru, tawa dan canda tetap mengalir, menggambarkan eratnya hubungan kekeluargaan di lingkungan PN Palembang.

“Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian,” demikian pesan dan doa bersama dari seluruh keluarga besar PN Palembang.

Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru untuk terus mengabdi kepada keadilan dan bangsa.

  • Bagikan
Exit mobile version