Kuasa hukum Panhead dan Manajemen Meminta Agar Policeline Segera Dibuka, Agar Kehidupan 60 Kariawan Berjalan Lagi

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Kafe Panhead di Kota Palembang hingga kini belum kembali beroperasi setelah insiden penembakan yang menewaskan seorang anggota TNI. Garis polisi masih terpasang di lokasi karena proses penyidikan oleh Denpom II/Sriwijaya masih berlangsung.

Korban dalam peristiwa tersebut ialah Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa (23), anggota Kesdam II/Sriwijaya. Dalam kasus ini, dua orang diduga terlibat yakni oknum anggota TNI berinisial Sertu MRR dan seorang warga sipil berinisial J.

Kuasa hukum Kafe Panhead, Andyka Andlan Tama SH MH mengatakan, pihak pengelola memilih fokus mendukung proses hukum dan menyerahkan seluruh penanganan kasus kepada aparat militer.

“Kami sangat menghormati proses hukum yang saat ini masih berjalan. Mudah-mudahan kasus ini segera selesai sehingga kafe bisa kembali beroperasi, karena banyak pegawai yang menggantungkan hidup di sini,” ujar Andyka, Senin (18/5/2026).

Ia mengungkapkan, pihak manajemen cukup terpukul atas kejadian tersebut karena selama ini sistem pengamanan di pintu masuk telah diberlakukan secara ketat bagi seluruh pengunjung.

“Setiap pengunjung yang masuk dilakukan pemeriksaan ekstra ketat ada 3 pintu, mulai dari pengecekan identitas hingga pemeriksaan barang bawaan menggunakan metal detector. Namun kami akui kecolongan karena benda yang diduga senjata rakitan itu bisa lolos dari pemeriksaan. Dari rekaman CCTV, senjata api rakitan itu kemungkinan yang dikalungkan di leher terduga pelaku. Ini menjadi evaluasi serius bagi kami ke depan,” katanya.

Menurut Andyka, manajemen tetap bersikap kooperatif selama proses penyidikan berlangsung. Di sisi lain, pihaknya berharap police line di area kafe segera dibuka agar aktivitas usaha dapat kembali normal.

“Kami tetap menghormati proses penyidikan yang dilakukan Pomdam II/Sriwijaya. Namun kami berharap prosesnya dapat segera selesai sehingga police line bisa dibuka dan operasional kafe kembali berjalan. Banyak karyawan yang bergantung hidup di tempat ini,” tambahnya.

  • Bagikan
Exit mobile version