Tangkal Hoax, Jurnalis Bertanggung Jawab dalam Menyampaikan Kebenaran
SUMSEL DAILY, PALEMBANG – Pentingnya kerjasama antara Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan dengan berbagai pihak terkait, terutama asosiasi media, dalam menjalankan tugas pengawasan Pemilu.
Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data dan Informasi Ahmad Nafi, mewakil Ketua Bawaslu Sumsel, Kurniawan, menekankan bahwa kegiatan nasional dan kerjasama dengan asosiasi media siber Indonesia merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan pemahaman tentang tugas-tugas pengawasan.
“Pentingnya peran media massa, baik dalam format cetak maupun elektronik, dalam mendukung proses pengawasan Pemilu,” jelasnya, dalam Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu Partisipatif bersama AMSI Sumsel, di Alts Hotel Palembang, Selasa (21/11).
Kerjasama ini, jelas Naafi, penting untuk memastikan bahwa semua pihak memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam menjaga integritas dan kredibilitas proses Pemilu.
Namun, dalam konteks geografis yang luas, terutama di Sumatera Selatan yang memiliki 17 kabupaten/kota, Bawaslu dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia.
Oleh karena itu, pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam program pengawasan menjadi penting untuk melengkapi keterbatasan tersebut.
Pengawasan Pemilu juga semakin kompleks dengan berkembangnya modus kejahatan, terutama dalam ranah cyber dan media online. Hal ini menuntut kerjasama erat antara Bawaslu dengan media massa dalam mendeteksi, melaporkan, dan mencegah berbagai pelanggaran yang mungkin terjadi.
Diharapkan bahwa kerjasama yang terjalin dengan media massa tidak hanya memperkuat pengawasan partisipatif, tetapi juga menciptakan lingkungan media yang sehat dan berkualitas.
“Ini merupakan langkah krusial dalam memastikan transparansi, kejujuran, dan keberhasilan pelaksanaan Pemilu yang bersih dan demokratis,” terangnya.
Sementara itu, menyikapi ancaman hoax menjelang pemilu 2024, Nila Ertina, seorang Trainer cek fakta yang berlisensi Google, menekankan pentingnya peran jurnalis dalam memerangi informasi palsu.
Nila menegaskan bahwa situasi jelang pemilu memiliki potensi besar untuk penyebaran hoax. Dan dia mendorong jurnalis untuk aktif dalam menghadapi hal tersebut.
“Peran jurnalis sangat penting dalam menyampaikan informasi yang faktual dan sebagai bentuk upaya menangkal munculnya hoax,” ungkapnya, saat menjadi pemateri di Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu Partisipatif, di Hotel Alts pada Selasa (21/11/2023).
Lebih lanjut, Nila mengatakan bahwa penting bagi seluruh masyarakat untuk memahami konsep hoax serta cara mengidentifikasinya.
Untuk membedakan informasi hoax atau bukan, langkah pertama adalah melakukan verifikasi, dengan mengecek sumber situsnya, kemudian memperhatikan judul.
“Dan yang terakhir adalah memastikan kesesuaian antara judul dengan isi berita,” jelas Nila.
Dia menambahkan bahwa untuk melakukan cek fakta, sumber yang dapat diandalkan adalah AJI (Asosiasi Jurnalis Indonesia) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).
