SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan pentingnya peran aktif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca ekstrem tahun 2026.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Kesiapsiagaan di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (21/4), yang dihadiri pimpinan OPD dan para camat se-Kota Palembang.
“Kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Semua OPD harus terlibat aktif sesuai tugasnya masing-masing,” tegas Ratu Dewa.
Ia menekankan bahwa kesiapan personel dan sarana prasarana menjadi hal utama, terutama bagi BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan pihak kecamatan. “Pastikan semuanya dalam kondisi siap siaga. Jangan sampai ada keterlambatan dalam merespons situasi di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi musim pancaroba harus diantisipasi secara serius karena berpotensi menimbulkan berbagai bencana. “Kita menghadapi cuaca ekstrem, bisa banjir, bisa juga kemarau panjang yang memicu karhutla. Jadi harus kita siapkan dari sekarang,” katanya.
Ratu Dewa juga menyinggung prediksi cuaca dari BMKG. “Berdasarkan data, pola cuaca kita masih didominasi hujan, sekitar empat hari hujan dan tiga hari panas dalam seminggu. Ini harus kita sikapi dengan langkah yang tepat,” jelasnya.
Untuk itu, ia menginstruksikan pemetaan wilayah rawan. “Saya minta Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup segera melakukan pemetaan titik rawan banjir dan juga rawan kebakaran,” katanya.
Selain itu, pembentukan satgas gabungan juga menjadi bagian dari strategi yang disiapkan.
“Kita akan bentuk satgas bersama agar penanganan bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, Ratu Dewa meminta kesiapan sejak dini. “Dinas Kesehatan harus menyiapkan masker, posko kesehatan, dan layanan medis mobile untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan air bersih. “Dinas Sosial segera lakukan pendataan wilayah yang rawan kekeringan air bersih. Ini harus kita antisipasi sebelum terjadi,” tambahnya.
Dalam hal penyebaran informasi, ia menekankan peran Dinas Kominfo. “Sosialisasi harus masif, baik melalui media sosial maupun kanal informasi lainnya. Sampaikan imbauan terkait cuaca ekstrem dan pentingnya hemat air,” ujarnya.
Tak hanya itu, edukasi langsung ke masyarakat juga dinilai penting. “Satpol PP dan camat harus aktif memberikan edukasi, termasuk larangan membakar lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan,” tegasnya.
Ia juga meminta camat untuk terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. “Koordinasikan pelaksanaan fogging dan edukasi kepada RT, RW, serta tokoh masyarakat,” katanya.
Menutup arahannya, Ratu Dewa kembali menegaskan pentingnya kerja bersama. “Intinya, kita tidak ingin hanya satu atau dua OPD yang bekerja. Semua harus bergerak bersama,” ujarnya.
“Kalau kita solid dan cepat, saya yakin kita bisa meminimalkan risiko yang ada,” pungkasnya.














