SUMSELDAILY.CO.ID, Lubuklinggau – Bulan suci Ramadan, kebahagiaan menyelimuti rumah Jasmawati, warga Kelurahan Karya Bakti, Kota Lubuklinggau. Rumah sederhana yang selama ini belum memiliki sambungan listrik mandiri, kini resmi teraliri listrik melalui program Light Up The Dream dari PT PLN (Persero).
Program Light Up The Dream merupakan inisiatif sosial yang bersumber dari donasi pegawai PLN, yang secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu keluarga prasejahtera mendapatkan sambungan listrik gratis. Penyalaan listrik dilakukan secara simbolis oleh Manager PLN UP3 Lubuklinggau, Moch. Julnansyah Nugroho.
Menurut Julnansyah, listrik saat ini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Selain untuk penerangan, listrik juga berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan ibadah, terlebih pada momentum Ramadan.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati listrik secara aman dan resmi. Menjelang Ramadan, kami berharap listrik ini bisa mendukung aktivitas sahur, berbuka, hingga anak-anak belajar di malam hari,” ujarnya.
Secara terpisah, General Manager PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) menegaskan komitmen PLN untuk terus memperluas akses listrik bagi masyarakat prasejahtera di wilayah kerjanya. Ramadan, menurutnya, menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“PLN tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memastikan masyarakat yang belum memiliki akses dapat menikmati listrik yang layak dan aman. Kami ingin kehadiran listrik benar-benar memberi dampak bagi kehidupan dan ibadah masyarakat,” katanya.
Bagi Jasmawati, bantuan tersebut membawa perubahan besar. Ia mengaku bersyukur karena kini keluarganya dapat beraktivitas lebih nyaman dengan listrik resmi di rumahnya.
“Saya sangat berterima kasih. Sekarang rumah kami sudah terang. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman, dan kami bisa beribadah dengan tenang,” tuturnya.
Melalui UP3 Lubuklinggau, PLN UID S2JB terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi sekaligus memastikan layanan kelistrikan yang andal dan berkelanjutan. Di bulan Ramadan ini, komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan sistem kelistrikan, tetapi juga lewat aksi nyata melistriki warga yang membutuhkan, agar manfaat energi dapat dirasakan secara merata di tengah masyarakat.
