Milad ke-4 Mahad Robbani, Ratu Dewa Dorong Pesantren Jadi Motor Dakwah dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Wali Kota Palembang Ratu Dewa mendorong Pondok Pesantren Mahad Robbani Palembang memperluas peran dalam membangun kehidupan keagamaan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ratu Dewa saat menghadiri Robbani Fest se-Kota Palembang dalam rangka Milad ke-4 Pondok Pesantren Mahad Robbani Palembang, di lingkungan pesantren, Jalan Pipa Reja, Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Sematang Borang, Rabu (21/10/2026).

Menurut Ratu Dewa, momentum bertambahnya usia Mahad Robbani harus dimanfaatkan untuk memperkuat kontribusi pesantren bagi masyarakat. Selain menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan keagamaan, pesantren juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong kemandirian ekonomi umat.

“Harapan saya, kehadiran Pondok Pesantren Mahad Robbani Palembang ini dapat menjadi inspirasi bagi pondok pesantren yang lain, mulai dari pemberdayaan ekonomi umatnya,” ujar Ratu Dewa.

Ia menilai, pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu aspek penting yang perlu terus dikembangkan oleh lembaga pendidikan keagamaan. Dengan demikian, keberadaan pesantren tidak hanya dirasakan oleh para santri, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.

Ratu Dewa berharap Mahad Robbani mampu menjadi contoh bagi pesantren lain dalam mengembangkan program-program yang mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan umat.

“Pesantren harus terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya dalam pendidikan agama, tetapi juga bagaimana mendorong pemberdayaan ekonomi umat,” pesannya.

Selain penguatan ekonomi, Ratu Dewa juga menekankan pentingnya peran pesantren sebagai sarana syiar dan dakwah Islam. Menurutnya, dakwah tidak sebatas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga perlu diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama.

Baca Juga :   Ratusan Buruh Sumsel Gruduk Kantor Gubernur

Ia menyebutkan, sejumlah isu yang perlu menjadi perhatian, di antaranya bahaya penyalahgunaan narkoba, persoalan LGBT, serta upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an.

“Harapan saya, pondok pesantren ini juga bisa menjadi media serta wahana syiar dakwah yang berkaitan dengan tiga hal tadi, yakni terkait bahayanya narkoba, LGBT, serta tentang pengentasan buta aksara Al-Qur’an,” katanya.

Ratu Dewa berharap pesantren dapat mengambil bagian dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman keagamaan yang baik serta mampu menghadapi berbagai tantangan sosial.

Menurutnya, penguatan dakwah perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pesantren semakin dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan saya, berbagai kegiatan dan program yang dilaksanakan ini bisa berjalan dengan baik, konsisten, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Palembang,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa peringatan Milad ke-4 Mahad Robbani Palembang tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam mengembangkan pendidikan Islam dan kegiatan dakwah.

“Yang kedua, harapan saya melalui Milad Mahad Robbani Palembang ini, kegiatan syiar dan dakwah keislaman terus digalakkan,” pungkasnya.

Melalui momentum Robbani Fest dan Milad ke-4 tersebut, Mahad Robbani diharapkan semakin memperkuat eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkontribusi dalam pembinaan generasi muda, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi umat di Kota Palembang.

  • Bagikan