Fokus Literasi dan Akses Pembiayaan, Sultan Muda Onboarding Day 2026 Siapkan Wirausaha Muda Naik Kelas

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Penguatan literasi keuangan dan akses pembiayaan menjadi fokus utama dalam upaya mencetak wirausaha muda tangguh di Sumatera Selatan. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Muda: Sultan Muda Onboarding Day 2026 yang digelar di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan.

Program yang merupakan bagian dari inisiatif 100.000 Sultan Muda ini tidak hanya menargetkan lahirnya pelaku usaha baru, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menegaskan pentingnya fondasi keuangan dalam membangun usaha.

“Penguatan literasi dan inklusi keuangan adalah kunci utama. Tanpa pemahaman keuangan yang baik, usaha akan sulit berkembang secara berkelanjutan,” ujar Arifin.

Ia menambahkan, melalui program ini, pihaknya ingin memastikan para peserta tidak hanya siap memulai usaha, tetapi juga mampu mengakses pembiayaan formal.

“Kami ingin para Sultan Muda ini menjadi pelaku usaha yang bankable, sehingga lebih mudah mendapatkan akses permodalan dan memperluas pasar,” katanya.

Lebih lanjut, Arifin menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan digital.

“Digitalisasi menjadi keharusan. Pelaku usaha muda harus adaptif agar mampu bersaing, bahkan menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. M. Fajri Zabidi, menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi para peserta.

“Kami tidak ingin berhenti pada pelatihan saja. Peserta juga akan mendapatkan akses pendampingan, legalitas usaha, hingga pembiayaan,” ujarnya.

Menurut Fajri, pendekatan ini penting agar ide usaha yang dimiliki pemuda bisa benar-benar diwujudkan.

“Banyak anak muda punya ide bagus, tapi terkendala di eksekusi. Di sinilah peran kami memastikan mereka punya bekal yang cukup untuk menjalankan usaha,” katanya.

Baca Juga :   Semarak Idul Adha di Kilang Pertamina Plaju, Berkurban 63 Sapi Untuk Warga Sekitar Perusahaan

Ia juga menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi pemerintah daerah dalam membangun kemandirian ekonomi generasi muda.

“Ini bagian dari upaya mencetak pemuda yang mandiri secara ekonomi dan mampu menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.

Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ir. H. Panji Cahyanto, menilai pengembangan kewirausahaan pemuda sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kewirausahaan pemuda bukan hanya soal usaha, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.

Panji menekankan pentingnya penguatan kapasitas dari berbagai aspek.

“Kami ingin generasi muda memiliki kemampuan teknis, manajerial, dan pengelolaan usaha yang baik, sehingga mampu bersaing dan produktif,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa program ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong ekonomi lokal.

“Jika pemuda kuat secara ekonomi, maka dampaknya akan langsung terasa pada pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi, penguatan kewirausahaan, pemanfaatan digitalisasi UMKM, hingga literasi investasi dan manajemen risiko.

“Kami ingin mencetak wirausaha yang tidak hanya kreatif, tetapi juga tahan terhadap dinamika ekonomi,” ujar Arifin.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seremoni onboarding, penyerahan simbolis inklusi keuangan kepada UMKM muda, serta dukungan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan OJK, diharapkan ekosistem kewirausahaan muda di Sumatera Selatan semakin kuat.

“Kolaborasi ini akan terus kami perkuat agar tercipta ekosistem yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan,” tutup Arifin.

  • Bagikan