Dinkes Palembang Siagakan Posko Kesehatan 24 Jam Antisipasi Dampak Kabut Asap

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang bergerak cepat mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat. Posko kesehatan disiapkan di sejumlah titik, khususnya wilayah yang berdekatan dengan lokasi karhutla dan berpotensi terdampak kabut asap.

Langkah tersebut dilakukan menindaklanjuti arahan Wali Kota Palembang Ratu Dewa agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Hj. Fenty Aprina, M.Kes., Sp.KKLP, mengatakan salah satu posko kesehatan telah didirikan di Perumahan Kartika Mataram, Kelurahan Talang Jambe, yang lokasinya tidak jauh dari titik karhutla.

“Siang tadi kami sudah mendirikan tenda Posko Kesehatan di Perumahan Kartika Mataram, Kelurahan Talang Jambe, di dekat lokasi karhutla semalam,” kata Fenty.

Menurutnya, posko tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak, terutama apabila mengalami keluhan akibat paparan asap.

“Posko ini beroperasi selama 24 jam. Kami menyiagakan tenaga kesehatan agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan bisa segera mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Pelayanan di posko dilakukan secara bergiliran dalam tiga shift. Tenaga medis berasal dari sejumlah puskesmas di wilayah Kecamatan Sukarami, yakni Puskesmas Talang Betutu, Talang Jambe, Sukarami, dan Sosial.

Fenty menjelaskan, penempatan posko kesehatan dilakukan secara situasional dengan melihat perkembangan karhutla di lapangan.

“Kami akan melihat situasi dan kebutuhan masyarakat. Kalau ada lokasi karhutla yang berdekatan dengan permukiman, maka posko kesehatan akan kami arahkan ke spot yang dekat dengan lokasi tersebut,” jelasnya.

“Rencananya tenda posko akan didirikan lagi di spot yang dekat dengan karhutla,” tambah Fenty.

Selain posko yang berada dekat dengan lokasi karhutla, Dinkes Palembang juga mengaktifkan posko kesehatan di 18 kecamatan. Posko tersebut disiagakan selama 24 jam sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan selama kondisi karhutla berlangsung.

Baca Juga :   Sidang Perkara Akuisisi PTBA Ditunda, 2 Saksi Berhalangan Hadir

“Untuk posko di 18 kecamatan juga sudah mulai kami aktifkan. Ini sesuai dengan arahan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan,” katanya.

Fenty menambahkan, pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas tetap berjalan seperti biasa. Sistem piket diterapkan untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan meskipun dalam kondisi peningkatan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.

“Puskesmas tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami menerapkan sistem piket supaya pelayanan kesehatan tetap berjalan,” ungkapnya.

Dinkes Palembang juga menyiagakan enam puskesmas yang memberikan pelayanan selama 24 jam bagi masyarakat yang mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Keenam puskesmas tersebut yakni Puskesmas Pembina, Puskesmas Alang-Alang Lebar, Puskesmas Sukarame, Puskesmas Sei Selincah, Puskesmas Basuki Rahmat, dan Puskesmas Sematang Borang.

“Kami sudah menyiagakan enam puskesmas untuk pelayanan 24 jam, terutama bagi masyarakat yang mengalami keluhan ISPA,” tutur Fenty.

Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kondisi udara mulai memburuk akibat kabut asap. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan diminta lebih membatasi aktivitas di luar rumah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara kurang baik,” katanya.

Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.

“Kalau memang harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker. Kemudian apabila muncul keluhan kesehatan, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan,” imbaunya.

Fenty menyebut beberapa gejala yang perlu diwaspadai masyarakat di antaranya batuk, sesak napas, iritasi mata, maupun keluhan lain yang mengarah pada gangguan saluran pernapasan.

“Kalau mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata atau gejala ISPA lainnya, jangan menunggu kondisi semakin berat. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Baca Juga :   Selain Sekolah dan Berobat Gratis, Program ini Diharapkan Warga dari MATAHATI

Dengan langkah tersebut, Pemkot Palembang memastikan kesiapsiagaan menghadapi karhutla dilakukan secara menyeluruh. Selain memperkuat penanganan di lapangan, pemerintah juga menempatkan aspek kesehatan masyarakat sebagai bagian penting dalam menghadapi dampak kabut asap.

Penulis: Riki
Editor: Redaksi
  • Bagikan