960 Ton Sampah per Hari Masuk PSEL, Palembang Mulai Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang mulai mengoperasikan sistem pengiriman sampah menuju fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Sebanyak 960 hingga 1.000 ton sampah per hari ditargetkan masuk ke bunker PSEL dari berbagai wilayah di Kota Palembang.

Dimulainya pengiriman sampah tersebut menjadi langkah awal Palembang membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, sekaligus memanfaatkan timbulan sampah sebagai bahan baku energi.

Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., mengatakan pengiriman sampah perdana ke fasilitas PSEL menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya sampah dari sejumlah wilayah mulai diarahkan ke fasilitas pengolahan tersebut.

“Hari ini adalah hari perdana masuknya sampah dari beberapa tempat ke PSEL yang menghasilkan energi listrik,” kata Ratu Dewa saat meninjau lokasi PSEL.

Menurutnya, berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup, jumlah sampah yang akan diarahkan ke fasilitas PSEL mencapai sekitar 960 ton setiap hari.

“Dari Dinas Lingkungan Hidup diperkirakan sampah yang masuk mencapai 960 ton per hari,” ujarnya.

Ratu Dewa menegaskan, keberadaan PSEL tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan kota. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam menangani timbulan sampah sekaligus menghasilkan energi.

“Ini bukan hanya persoalan sampah, tetapi bagaimana sampah ini bisa kita kelola dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menyebut PSEL Palembang memiliki posisi strategis karena masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi salah satu proyek percontohan di Indonesia.

“Ini merupakan proyek strategis nasional dan Palembang menjadi salah satu percontohan,” tegasnya.

Karena itu, Ratu Dewa berharap seluruh proses pengelolaan PSEL dapat berjalan sesuai dengan perencanaan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Palembang.

Baca Juga :   Sigap dan Tanggap, Tim Damkar dan PLN Muba Berhasil Padamkan Kebakaran Gardu Listrik di Sekayu

“Kita berharap pelaksanaannya berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang Akhmad Mustain menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku PSEL, sistem pengangkutan sampah dilakukan dari berbagai titik di Kota Palembang.

Saat ini, terdapat lebih dari 400 Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang menjadi bagian dari jaringan pengangkutan menuju fasilitas PSEL.

“Pengangkutan mencakup seluruh wilayah. Kita terus mengatur ritase armada agar distribusi sampah menuju PSEL dapat berjalan optimal,” jelas Akhmad Mustain.

Ia menjelaskan, total timbulan sampah di Kota Palembang saat ini mencapai sekitar 1.260 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 960 hingga 1.000 ton per hari dialokasikan untuk masuk ke bunker PSEL.

“Total timbulan sampah Kota Palembang sekitar 1.260 ton per hari. Kemudian 960 sampai 1.000 ton per hari kita arahkan menuju bunker PSEL,” katanya.

Besarnya volume sampah yang harus diangkut membuat Pemkot Palembang harus memastikan kesiapan armada dan pengaturan ritase berjalan efektif.

Saat ini, sebanyak 141 armada pengangkut sampah disiagakan dari total 160 armada yang dimiliki.

“Armada yang kita siagakan saat ini 141 unit dari total 160 armada yang tersedia,” ungkapnya.

Pemkot Palembang juga menyiapkan penambahan armada melalui Anggaran Perubahan. Penambahan kendaraan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengangkutan sampah dari TPS menuju PSEL.

“Penambahan armada sedang kita siapkan melalui Anggaran Perubahan. Ini untuk memperkuat pengangkutan dan mengurangi beban armada yang saat ini beroperasi,” jelasnya.

Dalam sistem PSEL, sampah yang telah tiba tidak langsung masuk ke proses pembakaran. Sampah terlebih dahulu menjalani tahapan persiapan, termasuk proses fermentasi selama sekitar lima hingga tujuh hari.

Tahapan tersebut dilakukan sebelum material sampah memasuki proses pengolahan berikutnya hingga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Baca Juga :   Program 100 Ribu Sultan Muda Bawa Sumsel Raih Financial Literacy Award 2026

Ratu Dewa mengatakan proses tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Palembang mulai diarahkan menggunakan pendekatan teknologi.

“Sampah yang masuk akan melalui tahapan pengolahan terlebih dahulu sebelum proses berikutnya,” katanya.

Dengan sistem tersebut, sampah yang sebelumnya hanya berakhir sebagai limbah di tempat pembuangan diharapkan dapat memiliki nilai tambah.

“Ini yang kita harapkan, sampah tidak hanya menjadi beban, tetapi bisa menjadi sumber energi,” ujar Ratu Dewa.

Pengoperasian awal PSEL Palembang juga akan memasuki tahapan penting dalam beberapa bulan ke depan.

Pada 10 September 2026 mendatang, dijadwalkan terdapat agenda yang akan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Sementara itu, peresmian fasilitas PSEL ditargetkan berlangsung pada Desember 2026 dan direncanakan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Ratu Dewa menyebut agenda tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan PSEL Palembang menuju pengoperasian secara penuh.

“Kita berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai target sehingga fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Palembang,” katanya.

Meski PSEL telah mulai menerima sampah, Pemkot Palembang mengingatkan bahwa keberadaan fasilitas tersebut bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan persoalan sampah dari sumbernya.

Ratu Dewa meminta masyarakat tetap berperan dengan mengurangi produksi sampah dan melakukan pemilahan sejak dari rumah.

“Jangan berpikir setelah ada PSEL persoalan sampah selesai. Masyarakat tetap harus berperan,” tegasnya.

Menurutnya, pemilahan sampah dari rumah tangga tetap penting agar sampah yang memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali.

“Sampah yang masih bisa digunakan kembali, silakan dimanfaatkan. Yang memang harus diolah, kita arahkan ke sistem pengelolaan yang tersedia,” katanya.

Akhmad Mustain juga mengajak masyarakat mendukung sistem baru tersebut dengan tidak hanya menyerahkan persoalan sampah kepada pemerintah.

Baca Juga :   Ratu Dewa: Palembang Optimis Menang, Kirim 20 Orang Peserta STQH

“Pengelolaan sampah membutuhkan dukungan semua pihak. Pemerintah menyiapkan sistemnya, tetapi masyarakat juga harus ikut mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya,” ujarnya.

Dengan dimulainya pengiriman sampah perdana menuju PSEL, Kota Palembang kini mulai memasuki fase baru dalam pengelolaan sampah perkotaan.

Timbulan sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan secara bertahap diarahkan untuk diolah menjadi sumber energi.

Bagi Pemkot Palembang, langkah tersebut bukan hanya tentang menjaga kota tetap bersih, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Penulis: Riki
Editor: Redaksi
  • Bagikan