SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru meminta masyarakat tidak panik menyikapi kenaikan harga beras yang terjadi di pasaran. Pemerintah memastikan stok beras di Sumsel dalam kondisi aman, bahkan persediaan di gudang Perum Bulog disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 10 bulan ke depan.
Kepastian tersebut disampaikan Herman Deru usai mengecek langsung ketersediaan stok beras di Perum Bulog, Kamis (27/8/2026). Pengecekan dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mengantisipasi gejolak harga di pasaran.
Herman Deru mengatakan, kondisi harga beras yang perlu diperhatikan saat ini terutama terjadi pada beras premium. Sementara untuk beras medium, menurutnya, belum terjadi kenaikan yang mengkhawatirkan.
“Tidak usah khawatir. Yang naik di lapangan itu beras premium, sementara beras medium tidak terjadi lonjakan,” kata Herman Deru.
Ia pun meminta masyarakat tidak melakukan pembelian beras secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, stok yang tersedia masih sangat mencukupi.
“Jangan sampai ada panic buying. Stok kita banyak,” tegasnya.
Herman Deru bahkan memastikan ketersediaan beras yang saat ini berada di gudang Bulog mampu menopang kebutuhan masyarakat Sumsel dalam waktu cukup panjang.
“Untuk 10 bulan ke depan, yang ada di gudang saja cukup untuk memasok beras di Provinsi Sumatera Selatan,” ujarnya.
Meski stok dinilai aman, Pemprov Sumsel tidak ingin membiarkan persoalan harga berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, Herman Deru meminta jajaran terkait segera mengambil langkah stabilisasi melalui operasi pasar.
Ia menegaskan operasi pasar tidak perlu menunggu hingga bulan berikutnya. Selama masih memungkinkan dilakukan pada Agustus, kegiatan tersebut diminta segera direalisasikan.
“Saya minta segera adakan operasi pasar. Terlalu lama kalau menunggu bulan depan,” katanya.
“Selama bisa dalam Agustus, Agustus saja,” sambung Herman Deru.
Operasi pasar beras medium tersebut ditargetkan mulai berjalan dalam dua hingga tiga hari ke depan. Program itu kemudian akan dilanjutkan pada September untuk menjaga ketersediaan sekaligus memberikan pilihan beras dengan harga terjangkau kepada masyarakat.
“Kita akan laksanakan operasi pasar untuk beras medium dalam dua-tiga hari ini,” jelasnya.
“Kemudian September juga diteruskan sampai masyarakat merasa nyaman,” lanjut Herman Deru.
Dalam operasi pasar tersebut, beras medium akan dijual dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah menekan potensi kenaikan harga yang tidak terkendali.
Untuk memperluas jangkauan program, Herman Deru juga akan meminta pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel melaksanakan langkah serupa di wilayah masing-masing.
“Saya akan minta para bupati dan wali kota juga melakukan operasi pasar,” ungkapnya.
Pemprov Sumsel juga akan melibatkan unsur TNI dan Polri dalam pelaksanaan operasi pasar. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan membuat distribusi beras lebih tepat sasaran dan pengawasan harga di lapangan semakin kuat.
Di sisi lain, Herman Deru kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membeli beras melebihi kebutuhan. Ia memastikan pemerintah terus menjaga ketersediaan pasokan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi kondisi harga saat ini.
“Jangan takut, jangan bingung, jangan panik,” tegasnya.
“Nyaman-nyaman saja beli sesuai dengan konsumsi,” tambah Herman Deru.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu terpengaruh oleh kekhawatiran mengenai kelangkaan beras karena pemerintah telah memastikan ketersediaan stok.
“Kita jamin beras itu tidak akan berkurang,” katanya.
Selain meminta masyarakat tetap tenang, Herman Deru juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi harga beras di pasaran. Jika menemukan adanya penjualan yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam operasi pasar, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat pemerintah setempat.
“Kalau ditemukan di lapangan beras premium dijual di atas Rp12.500, laporkan,” ujarnya.
Laporan tersebut, kata Herman Deru, dapat disampaikan melalui lurah, camat maupun aparat terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Bisa ke lurah, camat, atau aparat,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam jika ditemukan pihak yang sengaja memainkan harga beras dan merugikan masyarakat.
“Artinya, kalau ada yang memainkan harga, harus kita tindak,” pungkas Herman Deru.














