ISPU Palembang Tembus 158, Ratu Dewa Ajak Warga Ikhtiar dan Berdoa Lewat Sholat Istisqa

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Di tengah kualitas udara Kota Palembang yang masih berada pada level tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kota Palembang menggelar Sholat Istisqa atau sholat meminta hujan, Sabtu (29/8/2026).

Sholat Istisqa dilaksanakan di halaman Rumah Dinas Wali Kota Palembang dan diikuti jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh agama, tokoh masyarakat, ustadz dan ustadzah.

Seluruh jemaah mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang bermanfaat bagi Kota Palembang.

Bertindak sebagai imam Sholat Istisqa yakni Ahmad Tarmizi Muhaimin, S.Pd.I, Al-Hafidz.

Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa mengatakan, pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama di tengah kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian serius.

“Kita sedang menghadapi kondisi yang tidak mudah. Kualitas udara Palembang saat ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” kata Ratu Dewa.

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang disampaikannya, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Palembang berada di angka 158, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.

“ISPU kita berada di angka 158 dan ini tentu membutuhkan kewaspadaan tinggi dari seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dewa, persoalan kabut asap tidak dapat dilepaskan dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Ia mengungkapkan, terdapat tiga wilayah di Kota Palembang yang menjadi perhatian karena memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi, yakni Kecamatan Gandus, Kertapati dan Ilir Barat I.

“Untuk wilayah Palembang, ada tiga kecamatan yang menjadi perhatian kita, yaitu Gandus, Kertapati dan Ilir Barat I,” jelasnya.

Dewa menegaskan Pemkot Palembang bersama unsur terkait terus melakukan berbagai upaya untuk menangani titik-titik api dan mencegah meluasnya dampak karhutla.

Baca Juga :   Penilaian Kabupaten Layak Anak 2024, Kategori Nindya Jadi Target Pemkab Muba

“Kita sudah berupaya secara maksimal. Teman-teman di lapangan juga terus berjibaku untuk mengatasi titik-titik api yang ada,” katanya.

Namun, selain penanganan di lapangan, Dewa menilai diperlukan ikhtiar bersama melalui doa agar kondisi cuaca segera membaik.

“Hari ini kita bersama-sama bermunajat, mengetuk pintu langit. Mudah-mudahan Allah SWT mengijabah doa kita dan menurunkan hujan yang bermanfaat bagi Kota Palembang,” ungkapnya.

Warga Diminta Jaga Kesehatan

Di tengah kondisi udara yang belum membaik, Ratu Dewa juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan.

Ia meminta masyarakat membiasakan pola hidup sehat dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat kualitas udara memburuk.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat. Kalau beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker,” tegasnya.

Imbauan tersebut disampaikan karena kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi perhatian. Dewa menyebut kelompok usia produktif, yakni 15 hingga 59 tahun, saat ini mendominasi kasus ISPA.

“ISPA masih cukup tinggi dan didominasi kelompok usia produktif 15 sampai 59 tahun. Karena itu, kita harus sama-sama menjaga kesehatan,” katanya.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh menganggap remeh dampak kabut asap.

“Jangan menunggu sampai kondisi kesehatan terganggu. Lebih baik kita melakukan pencegahan sejak sekarang,” ujarnya.

Dewa berharap hujan segera turun secara merata sehingga dapat membantu mengurangi kabut asap, menekan potensi kebakaran dan memperbaiki kualitas udara Palembang.

“Kita berharap hujan yang turun nantinya benar-benar bermanfaat, bukan hanya untuk membasahi wilayah kota, tetapi juga membantu memadamkan titik api dan memperbaiki kualitas udara,” katanya.

Imam: Jadikan Ujian sebagai Momentum Introspeksi

Sementara itu, Imam Sholat Istisqa Ahmad Tarmizi Muhaimin mengajak seluruh jemaah memperbanyak istighfar, zikir dan doa di tengah kondisi kekeringan serta kabut asap yang terjadi.

Baca Juga :   DPRD Sumsel Soroti Pengelolaan Keuangan Daerah, BPKAD Ogan Ilir Jadi Rujukan

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus melakukan evaluasi terhadap hubungan manusia dengan alam.

“Kita perbanyak istighfar, zikir dan doa kepada Allah SWT. Mudah-mudahan segala kesulitan yang kita hadapi segera diberikan jalan keluar,” kata Ahmad Tarmizi.

Ia mengingatkan bahwa ujian yang datang seharusnya tidak hanya disikapi dengan keluhan, tetapi juga menjadi bahan introspeksi bersama.

“Musibah dan ujian kekeringan ini hendaknya kita sikapi sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan,” ujarnya.

Selain memperkuat hubungan spiritual, ia mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan.

“Kita juga harus melakukan evaluasi secara kolektif. Bagaimana kita menjaga keseimbangan alam dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak lingkungan,” katanya.

Ahmad Tarmizi berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah SWT.

“Mudah-mudahan dengan ketulusan doa seluruh jemaah, Allah SWT memberikan perlindungan dan keberkahan kepada Kota Palembang,” tuturnya.

Ia juga berharap hujan segera turun secara merata.

“Kita berdoa semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang merata, yang membawa manfaat, membantu memadamkan titik api dan mengembalikan kualitas udara Palembang menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Sholat Istisqa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Pemkot Palembang bersama masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan dan karhutla. Di sisi lain, pemerintah tetap mendorong penanganan titik api serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama kualitas udara belum sepenuhnya pulih.

Penulis: Riki
Editor: Redaksi
  • Bagikan