SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Bank Indonesia Perwakilan Sumsel kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan melalui Operasi Pasar Murah (OPM) selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang digelar di Komplek Ilir Barat Permai, Palembang, Kamis (05/03/2026), dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Sumsel, Dr. Drs. H. Edward Candra, mewakili Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru.
Dalam sambutannya, Edward Candra menekankan bahwa OPM bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari strategi konkret pengendalian inflasi daerah.
“Setiap Ramadan, permintaan bahan pokok meningkat. Jika tidak diantisipasi, harga bisa bergejolak dan berdampak pada inflasi. Karena itu, kita hadir untuk memastikan pasokan aman dan harga tetap terkendali,” tegas Edward.
Ia menambahkan, stabilitas harga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
“OPM ini bukan sekadar jual murah, tetapi bentuk perlindungan pemerintah kepada masyarakat. Kita ingin warga Sumatera Selatan bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa dihantui kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujarnya.
Edward juga mengapresiasi dukungan lintas sektor yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BUMN, BUMD, serta seluruh pemangku kepentingan adalah kekuatan utama kita dalam mengendalikan inflasi. Tanpa kolaborasi, upaya ini tidak akan maksimal,” katanya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sumsel Ir. Basyaruddin Akhmad melalui Asisten III Zulkifli menjelaskan bahwa pelaksanaan OPM merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemprov Sumsel dan Bank Indonesia.
“Ini adalah kerja bersama. Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga yang telah disubsidi,” jelas Zulkifli.
Sejumlah instansi dan perusahaan yang terlibat di antaranya Perum Bulog Divre Sumsel Babel, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Bank Sumsel Babel, serta PT Tirta Sriwijaya Maju, bersama sejumlah BUMD lainnya dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sumsel.
Menurut Zulkifli, berbagai komoditas strategis mendapatkan subsidi langsung dari BUMN dan BUMD sesuai bidangnya masing-masing.
“Beras SPHP dijual Rp56.000 per 5 kilogram dengan alokasi sekitar 8 ton per titik. Telur ayam ras mendapat subsidi Rp4.000 per kilogram, Minyakita Rp1.700 per liter, gula pasir Rp5.000 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp10.000 per kilogram,” paparnya.
Ia menambahkan, subsidi juga diberikan untuk cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit merah, daging ayam ras, daging beku, ikan makarel, ikan giling kakap premium, dan ikan giling tenggiri premium.
“Besaran subsidi bervariasi, mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Ini bentuk nyata dukungan kita dalam menjaga keterjangkauan harga,” katanya.
Pelaksanaan OPM akan digelar di empat lokasi berbeda sepanjang Maret 2026. Selain itu, Pemprov Sumsel dan Bank Indonesia juga menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah titik sebagai langkah tambahan memperluas akses masyarakat terhadap pangan murah.
Edward kembali menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi sangat bergantung pada konsistensi dan kebersamaan semua pihak.
“Kita tidak ingin ada kepanikan pasar. Stok tersedia, distribusi kita kawal, harga kita intervensi melalui subsidi. Inilah komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat,” tandasnya.
Antusiasme warga pun terlihat sejak pagi. Salah seorang ibu rumah tangga mengaku terbantu dengan adanya OPM.
“Harga di sini lebih murah dibanding pasar. Sangat membantu kami, apalagi menjelang Lebaran kebutuhan pasti meningkat,” ujarnya.
Dengan langkah ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap stabilitas harga tetap terjaga, inflasi terkendali, dan masyarakat dapat menyambut Idulfitri dengan lebih tenang serta sejahtera.
