SUMSELDAILY.CO.ID, Sekayu, Muba – Gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di Kabupaten Musi Banyuasin terus menunjukkan capaian membanggakan.
Sebanyak 1.131 santri mengikuti Tasyakuran Akbar yang digelar DPD BKPRMI Muba dan dihadiri langsung Wakil Bupati Muba, Kyai H. Abdur Rohman Husen, sebagai ungkapan syukur atas lahirnya generasi Qur’ani yang mampu membaca dan menulis Al-Qur’an.
Kegiatan ini menjadi penanda atas keberhasilan para santri menuntaskan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan berkarakter Islami.
Turut hadir Asisten I Setda Muba H. Ardiansyah, SE., MM., Ph.D., Anggota DPRD Muba Andryadi, S.IP., M.Si., Staf Ahli TP PKK Muba Liliani Rohman, Ketua DPD BKPRMI Muba Gunawan, S.Pd., M.Pd., Ketua BAZNAS Muba H. Muhammad Jaya, serta Ketua Muhammadiyah Muba Sriyanto.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abdur Rohman Husen menyampaikan apresiasi kepada para ustaz dan ustazah, orang tua, santri, serta seluruh jajaran BKPRMI yang konsisten mengabdikan diri dalam membina generasi Qur’ani di Musi Banyuasin.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengabdikan diri dalam syiar Al-Qur’an. Semoga ikhtiar ini menjadi keberkahan dan langkah nyata mewujudkan Musi Banyuasin yang religius, dengan generasi yang berakhlak mulia dan mencintai Al-Qur’an,” tegasnya.
Sebanyak 1.131 santri berasal dari Kecamatan Sekayu, Lais, Babat Supat, Keluang, Babat Toman, Lawang Wetan, dan Bayung Lencir. Khusus peserta dari Bayung Lencir mengikuti rangkaian tasyakuran secara daring.
Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Muba Gunawan menjelaskan, Tasyakuran Akbar merupakan bagian dari gerakan serentak yang dilaksanakan di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan sebagai wujud komitmen bersama dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an dan memperluas pembinaan generasi Qur’ani di daerah.
