SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Pemerintah pusat terus mendorong penguatan sektor pendidikan melalui penyediaan infrastruktur pendukung yang berkualitas. Hal ini ditunjukkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat meninjau Rumah Susun (Rusun) Universitas Sriwijaya (Unsri) dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (10/2/2026).
Peninjauan rusun mahasiswa tersebut menjadi bagian dari agenda strategis Menko AHY untuk memastikan pembangunan infrastruktur pendidikan tidak hanya berorientasi pada fisik bangunan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup serta daya saing mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Kunjungan kerja Menko AHY diawali dengan rapat koordinasi di Griya Agung Palembang bersama jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Dalam rapat tersebut, AHY menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang tepat guna, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dunia pendidikan.
Usai rapat, Menko AHY bersama Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Wakil Gubernur Cik Ujang, Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam, Sekda Kota Palembang Aprizal Hasyim, serta Rektor Unsri Prof. Dr. Taufiq Marwah, meninjau langsung kondisi dan kesiapan Rusun Unsri.
Dalam keterangannya, AHY menyampaikan bahwa penyediaan hunian mahasiswa merupakan bagian penting dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif dan inklusif.
“Rusun ini diperuntukkan bagi mahasiswa Unsri yang berasal dari luar Palembang, termasuk dari berbagai daerah di Indonesia hingga mahasiswa mancanegara. Hunian yang layak menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan studi mereka,” ujar AHY.
Menurutnya, kualitas tempat tinggal mahasiswa tidak boleh dipandang sebagai pelengkap semata, melainkan sebagai elemen strategis dalam mendukung proses belajar mengajar.
“Fasilitas hunian harus memenuhi standar kelayakan, mulai dari kenyamanan kamar, sanitasi, hingga sirkulasi udara. Lingkungan yang sehat akan membantu mahasiswa lebih fokus dan produktif,” katanya.
AHY berharap, Rusun Unsri dapat menjadi contoh pengembangan hunian mahasiswa di perguruan tinggi lain di Indonesia, terutama dalam mengedepankan prinsip kebermanfaatan dan keberlanjutan.
“Saya memastikan pembangunan rumah susun dan perumahan mahasiswa tidak berhenti pada seremonial peresmian, tetapi benar-benar dimanfaatkan dan memberikan manfaat nyata,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap penyediaan fasilitas pendukung pendidikan di Palembang.
“Keberadaan rusun mahasiswa ini tidak hanya membantu mahasiswa Unsri, tetapi juga memperkuat posisi Palembang sebagai kota pendidikan di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Taufiq Marwah menjelaskan bahwa Rusun Unsri memiliki 43 kamar, dengan kapasitas empat tempat tidur per kamar. Unsri juga menyediakan dua kamar khusus bagi mahasiswa penyandang disabilitas yang dilengkapi fasilitas ramah difabel.
“Rusun ini telah selesai dibangun dan diserahterimakan kepada Unsri untuk dikelola. Tarifnya terjangkau dan diprioritaskan bagi mahasiswa dari luar Palembang,” jelas Taufiq.
Ia menambahkan, rusun tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa dengan kebutuhan hunian sementara, seperti mahasiswa internasional, peserta program khusus, maupun kegiatan akademik dan nonakademik.
“Kami berharap rusun ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, nyaman, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
