Ratu Dewa Minta OPD Palembang Bergerak Cepat Hadapi Musim Hujan, Banjir dan Pohon Tumbang Jadi Perhatian

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi bencana. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari pemantauan titik rawan banjir, penanganan pohon berisiko tumbang, hingga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan, kesiapsiagaan tidak boleh hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Seluruh jajaran pemerintah diminta bergerak lebih awal dengan mengidentifikasi potensi persoalan dan menyiapkan langkah penanganan di lapangan.

Arahan tersebut disampaikan Ratu Dewa saat memimpin Apel Gabungan Pegawai OPD di Pelataran Kambang Iwak, Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, pengalaman menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa waktu lalu harus menjadi evaluasi sekaligus pembelajaran bagi seluruh jajaran Pemkot Palembang.

“Pengalaman kita menghadapi kabut asap kemarin harus menjadi pelajaran. Kita harus lebih siap menghadapi berbagai kondisi yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujar Ratu Dewa.

Apel gabungan tersebut kembali dilaksanakan setelah kondisi kabut asap di Kota Palembang kian mereda. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ratu Dewa juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik pemerintah melalui kinerja dan tanggung jawab setiap pegawai.

“Nama baik Pemerintah Kota Palembang harus kita jaga bersama. Ketika masyarakat menghadapi persoalan, pemerintah harus hadir memberikan solusi, bukan justru menambah kesulitan,” tegasnya.

Memasuki musim penghujan, Ratu Dewa meminta camat, lurah, dan perangkat daerah terkait meningkatkan pemantauan terhadap kawasan yang berpotensi mengalami banjir maupun genangan.

Ia menekankan, pemerintah tidak boleh menunggu laporan atau terjadinya bencana untuk mengambil tindakan.

“Jangan menunggu banjir terjadi baru kita bergerak. Titik-titik rawan harus dipantau sejak sekarang, termasuk memastikan warga yang tinggal di kawasan rentan mendapatkan perhatian,” katanya.

Selain persoalan banjir, penanganan pohon besar yang berpotensi tumbang juga menjadi perhatian. Ratu Dewa meminta pemangkasan dilakukan terhadap pohon-pohon yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

“Kita harus memastikan pohon-pohon yang berpotensi tumbang segera ditangani. Jangan sampai ketika terjadi angin kencang atau cuaca ekstrem, baru kita sibuk melakukan penanganan,” ujarnya.

Ia juga meminta kesiapan personel dan peralatan di lapangan dipastikan agar respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Dalam arahannya, Ratu Dewa turut menyoroti pentingnya efektivitas kerja di lingkungan pemerintahan. Ia meminta setiap OPD lebih fokus menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing dan tidak terlalu disibukkan dengan rapat maupun kegiatan seremonial.

“Jangan terlalu banyak rapat dan kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana pekerjaan kita benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sejumlah perangkat daerah juga mendapat arahan khusus untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan diminta memastikan pelayanan kesehatan dan pendidikan semakin baik. Dinas Pekerjaan Umum diminta memperhatikan kondisi drainase serta infrastruktur, sementara Dinas Lingkungan Hidup diarahkan untuk terus meningkatkan kebersihan kota.

Adapun Dinas Sosial diminta memastikan data warga rentan diperbarui dan akurat sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Setiap OPD harus mengetahui persoalan yang ada di lapangan. Petakan masalahnya, tentukan apa yang harus dilakukan, dan kapan harus diselesaikan,” tegas Ratu Dewa.

Ratu Dewa menegaskan, masyarakat membutuhkan pelayanan pemerintah yang adil, responsif, dan cepat. Karena itu, setiap perangkat daerah harus memiliki target penyelesaian yang jelas terhadap persoalan yang menjadi tanggung jawabnya.

Menurutnya, perubahan pola kerja aparatur menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Kita harus berubah dari yang sebelumnya menunggu menjadi bergerak. Jangan menunggu perintah terus-menerus, tetapi lihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan segera lakukan,” katanya.

Ia mengajak seluruh pegawai Pemkot Palembang menjadikan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan sebagai bagian dari komitmen memberikan pelayanan terbaik.

“Bekerjalah dengan setulus hati. Pastikan kehadiran kita sebagai pemerintah benar-benar memberikan manfaat dan solusi bagi masyarakat Palembang,” pungkasnya.

Penulis: Riki
Editor: Redaksi
  • Bagikan
Exit mobile version