SUMSELDAILY.CO.ID, Jambi — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 memastikan operasional produksi migas tetap berjalan aman dan andal selama momentum libur dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Penguatan sistem keselamatan menjadi fokus utama dengan peningkatan pengawasan di seluruh wilayah kerja. Kesiapsiagaan personel diperketat melalui penugasan tim tanggap darurat Incident Management Team (IMT) dan Site Emergency Response Team (SERT) yang siaga selama 24 jam. Selain itu, pengecekan berkala terhadap peralatan darurat juga terus dilakukan guna memastikan seluruh sistem berfungsi optimal.
Wilayah operasi PHR Zona 1 mencakup sejumlah area strategis, antara lain Pertamina Hulu Energi Jambi Merang, Pertamina EP Jambi, Pertamina EP Lirik, Pertamina EP Pangkalan Susu, Pertamina EP Rantau, serta Pertamina Hulu Energi NSO.
General Manager PHR Zona 1, Mefredi, menegaskan bahwa budaya keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama, terutama di masa libur panjang. Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan operasi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sistem, tetapi juga oleh kedisiplinan para pekerja dalam menerapkan prosedur keselamatan.
“Keselamatan kerja adalah tanggung jawab bersama. Kami terus menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur di seluruh lini operasional,” ujarnya.
Selain aspek keselamatan kerja, pengamanan fasilitas operasi juga diperkuat melalui pengawasan ketat terhadap keluar masuk orang, barang, dan kendaraan. PHR Zona 1 turut melakukan pemantauan kondisi sosial dan keamanan di sekitar wilayah operasi dengan melibatkan aparat setempat guna memastikan aktivitas berjalan lancar.
Dari sisi operasional lapangan, perusahaan juga melakukan pemantauan cuaca harian berdasarkan data BMKG serta observasi rutin aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE). Pemeriksaan kesehatan pekerja dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi “fit to work” dan “fit to task”, khususnya di lokasi pengeboran aktif seperti di area Rantau dan Pangkalan Susu.
Sepanjang 2025, PHR Zona 1 mencatatkan kinerja keselamatan yang positif dengan Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,0, tanpa insiden kehilangan waktu kerja (Lost Time Injury/LTI), serta mencatat lebih dari 20 juta jam kerja selamat. Capaian ini menjadi landasan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan standar keselamatan pada periode Idulfitri.
Mefredi menambahkan, penguatan disiplin terhadap prosedur keselamatan menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan operasi produksi.
“Selama Idulfitri, kami memastikan seluruh aktivitas berjalan normal dengan pengawasan yang lebih intensif. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga pasokan energi nasional tetap stabil,” pungkasnya.
