MATTANEWS.CO, MUSI BANYUASIN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, mendapat respons dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang.
Bersama Puskesmas Bayung Lencir, PHE Jambi Merang membagikan masker gratis kepada masyarakat yang beraktivitas di sejumlah ruas jalan dan titik keramaian di Kecamatan Bayung Lencir, Jumat (28/8).
Masker dibagikan kepada pengendara, pedagang hingga warga yang tetap menjalankan aktivitas di luar ruangan di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan perlindungan awal kepada masyarakat dari paparan asap, khususnya warga yang memiliki mobilitas tinggi dan bekerja di ruang terbuka.
Field Manager PHE Jambi Merang, R Satrio Mursabdo mengatakan, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak kondisi asap akibat karhutla.
“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian PHE Jambi Merang kepada masyarakat Bayung Lencir dalam menghadapi dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kami berharap bantuan masker ini dapat memberikan manfaat dan membantu masyarakat melindungi diri ketika beraktivitas di luar rumah,” ujar Satrio.
Menurutnya, dampak karhutla tidak dapat dihadapi oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen, termasuk masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Kepala Puskesmas Bayung Lencir, Yusrizal, mengatakan paparan asap akibat karhutla perlu menjadi perhatian serius karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan.
Ia mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan PHE Jambi Merang bersama Puskesmas Bayung Lencir dalam memberikan masker kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah PHE Jambi Merang yang telah berkolaborasi dengan Puskesmas Bayung Lencir dalam memberikan masker kepada masyarakat. Kondisi asap akibat karhutla dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan,” ujar Yusrizal.
Selain menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, masyarakat juga diimbau memperbanyak konsumsi air putih serta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara memburuk.
Warga yang mengalami gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata maupun keluhan lainnya juga diminta tidak mengabaikan gejala tersebut dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Bagi warga yang sehari-hari bekerja dan beraktivitas di ruang terbuka, kondisi asap menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap selama beraktivitas.
PHE Jambi Merang berharap kolaborasi bersama fasilitas kesehatan dan masyarakat tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi warga sekaligus memperkuat kepedulian bersama dalam menghadapi dampak karhutla.
Selain penanganan terhadap masyarakat yang terdampak, perusahaan juga mendorong pentingnya upaya pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus terjadi.
PHE Jambi Merang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi dengan hasil produksi utama berupa gas dan kondensat.
Wilayah kerja PHE Jambi Merang meliputi 22 desa yang tersebar di enam kecamatan, tiga kabupaten dan dua provinsi. Sementara kegiatan operasional utamanya berada di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. (*)














