SUMSELDAILY.CO.ID, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya mendukung visi Pemerintah dalam Asta Cita, khususnya pencapaian swasembada energi dan penguatan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Direksi Pertamina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, 11 Februari 2026, di Jakarta.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan, sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina terus meningkatkan layanan energi kepada masyarakat, termasuk melalui penguatan struktur bisnis.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah integrasi bisnis hilir melalui pembentukan Subholding Downstream guna memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi, serta memastikan ketahanan (resiliency) operasional jangka panjang.
“Melalui dukungan berbagai pihak dan setelah melalui pertimbangan yang matang, kami melakukan integrasi bisnis hilir melalui Subholding Downstream untuk memperkuat sistem distribusi energi nasional,” ujar Simon.
RDP juga membahas peran Pertamina dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi di Sumatra serta partisipasi dalam Program Koperasi Desa Merah Putih. Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem distribusi energi di desa dan memastikan akses energi yang merata.
“Pertamina melakukan koordinasi lintas pemangku kepentingan agar program berjalan tertib, tepat sasaran, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tambah Simon.
Keberlangsungan distribusi BBM subsidi turut menjadi sorotan dalam RDP. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menyampaikan temuan lapangan saat melakukan inspeksi mendadak di SPBU KM 13, Kecamatan Balikpapan Utara. Di mana, ditemukan antrean truk beroda 10 hendak mengisi Solar Subsidi.
Setelah ditelusuri, kendaraan tersebut seharusnya mengisi Solar Industri atau tidak mendapatkan subsidi. Berdasarkan regulasi, Solar Subsidi diperuntukkan bagi angkutan umum dan kendaraan pengangkut bahan pokok tertentu.
“Antrean sengaja dilakukan bukan karena pasokan atau pelayanan Pertamina kurang, namun mereka sengaja mengantri untuk mengambil selisih dari harga solar subsidi. Sehingga, berapapun (Solar Subsidi) yang dikirim Pertamina, pasti akan habis,” ujar Nurdin.
Wakil Ketua Komisi VI DPRI Andre Rosiade mengapresiasi gerak cepat Pertamina dalam menangani penyaluran energi di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
“Saya ucapkan terima kasih atas gerak cepat Pertamina membantu permasalahan bencana di Sumatra Barat, Aceh dan Sumatra Utara. Saya merasakan betul, pengiriman BBM direspon dengan cepat oleh Pertamina. Pertamina merupakan salah satu BUMN yang responsif,” ujar Andre.
