Bank Sampah Mitra PLN Raih Penghargaan Pemkot Palembang, Program Bayar SPP dengan Sampah Bantu 153 Siswa

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Inovasi pembayaran SPP menggunakan sampah yang dijalankan Bank Sampah Indonesia Legacy mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Palembang. Program yang menjadi bagian dari pembinaan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) itu dinilai mampu menghadirkan dampak nyata di bidang pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan Pemerintah Kota Palembang pada Senin (6/7/2026) sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan Bank Sampah Indonesia Legacy mengembangkan model ekonomi sirkular berbasis masyarakat melalui Program Pembayaran SPP dengan Sampah.

Program yang digagas Yayasan Qur’anic Farm Indonesia bersama Bank Sampah Indonesia Legacy ini memungkinkan para siswa membayar biaya pendidikan dengan menyetorkan sampah organik dari rumah.

Sampah yang terkumpul kemudian diolah menjadi kompos, Nutrisi Organik Cair (NOC), serta berbagai produk bernilai ekonomi. Hasil penjualannya digunakan untuk menopang operasional pendidikan.

Hingga kini, program tersebut telah membantu 153 siswa yatim dan dhuafa tetap memperoleh akses pendidikan, melibatkan sekitar 150 kepala keluarga, sekaligus mengurangi ratusan kilogram sampah organik yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan akhir.

Tak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, program tersebut juga dipadukan dengan Program Santri Mandiri Pangan. Melalui program ini, para santri dibekali keterampilan bertani secara terpadu dengan memanfaatkan pupuk organik hasil pengolahan sampah, sehingga pendidikan karakter, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan berjalan beriringan.

Keberhasilan tersebut mendapat dukungan berkelanjutan dari PLN UID S2JB melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sejak 2025, PLN memberikan pembinaan berupa pembangunan fasilitas pengolahan sampah, penyediaan peralatan operasional, pelatihan sumber daya manusia, hingga penguatan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Pada 2026, dukungan tersebut diperluas melalui Program Energi dari Sampah: Terangi Pendidikan Negeri, yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah plastik menjadi produk konstruksi ramah lingkungan seperti paving block, batu bata plastik, dan genteng yang dimanfaatkan untuk pembangunan sarana pendidikan.

Baca Juga :   PLN UID S2JB Sabet TOP CSR Awards 2026 Star 4, Program EV Support Jadi Andalan Cetak Talenta Kendaraan Listrik

Program tersebut juga mencakup pengembangan Gerobak Listrik Sampah (GELIS), perluasan area pengolahan, serta peningkatan kapasitas pengelola agar manfaat ekonomi dan sosial yang dihasilkan semakin luas.

General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan akan memberikan dampak berkelanjutan apabila masyarakat menjadi pelaku utama perubahan.

“PLN tidak ingin berhenti pada penyaluran bantuan. Yang kami bangun adalah ekosistem agar masyarakat mampu tumbuh mandiri. Ketika sampah bisa membuka akses pendidikan, menggerakkan ekonomi, sekaligus melahirkan santri yang produktif di bidang pangan, di situlah kami melihat pembinaan benar-benar memberikan nilai tambah. Penghargaan ini menjadi milik seluruh masyarakat yang selama ini konsisten menjaga semangat kolaborasi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Qur’anic Farm Indonesia, Denny Satria Mandala Putera, menilai penghargaan tersebut merupakan apresiasi bagi masyarakat, relawan, guru, santri, serta seluruh mitra yang selama ini terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan.

“Sejak awal kami percaya bahwa sampah bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi pintu masuk untuk menyelesaikan persoalan sosial. Ketika anak-anak bisa tetap bersekolah karena membawa sampah dari rumah, ketika santri belajar bertani dengan pupuk hasil olahan sendiri, dan ketika masyarakat memperoleh nilai ekonomi dari limbah yang sebelumnya dibuang, maka di situlah perubahan benar-benar terjadi,” katanya.

Menurut Denny, pendampingan yang dilakukan PLN UID S2JB menjadi faktor penting dalam perkembangan Bank Sampah Indonesia Legacy, dari sebuah gerakan komunitas menjadi pusat edukasi lingkungan dan ekonomi sirkular yang kini mulai banyak dikunjungi sekolah, instansi pemerintah, perusahaan, hingga komunitas dari berbagai daerah.

“PLN tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kepercayaan dan mendampingi kami bertumbuh. Pembinaan itu membuat kami lebih siap mengembangkan inovasi, meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah, dan memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui pendidikan, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi,” pungkasnya.

Dengan penghargaan tersebut, Bank Sampah Indonesia Legacy semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular di Kota Palembang. Program ini tidak hanya menghadirkan solusi pengelolaan sampah, tetapi juga membuka akses pendidikan, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan nilai ekonomi yang kini mulai menjadi rujukan bagi berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga :   Listrik Tenaga Surya PLN Terangi Sekolah Pelosok, Aktivitas Belajar SD Negeri Sungai Jambu Kini Lebih Optimal

Tag: PLN UID S2JB, Bank Sampah Indonesia Legacy, Pemerintah Kota Palembang, Diksi Erfani Umar, Denny Satria Mandala Putera, Qur’anic Farm Indonesia, TJSL PLN, ekonomi sirkular, SPP dibayar dengan sampah, pendidikan, lingkungan, ketahanan pangan, Palembang.

  • Bagikan