Tembus 5.605 BOPD! Sumur GNK-114 Jadi Andalan Baru Produksi Migas Prabumulih

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PRABUMULIH — Sumur GNK-114 di Struktur Gunung Kemala, Kota Prabumulih, mencatatkan hasil awal produksi yang cukup signifikan. Dalam uji alir awal pada 27-28 September 2026, sumur tersebut mampu mengalirkan minyak hingga 5.605,68 barel per hari (BOPD) dan gas 2,96 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada kondisi open flow.

Capaian tersebut diperoleh Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 atau Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 melalui kombinasi metode batch drilling dan dual completion dalam pengembangan GNK-114.

General Manager PHR Zona 4 Heru Irianto mengatakan, penerapan kedua metode tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi kegiatan pengeboran sekaligus mengoptimalkan produksi migas.

“Perpaduan batch drilling dan dual commingle completion dalam pengembangan Sumur GNK-114 merupakan bagian dari semangat kami untuk terus mencapai target dengan menghadirkan inovasi dalam operasional hulu migas,” kata Heru.

Menurutnya, inovasi dibutuhkan untuk menghadirkan energi secara efisien, efektif dan andal. Namun, aspek keselamatan tetap menjadi faktor utama dalam setiap pekerjaan.

Batch drilling merupakan metode pengeboran yang memungkinkan satu rig berpindah dari satu sumur ke sumur lainnya dalam satu lokasi tanpa harus membongkar dan memasang kembali seluruh peralatan pengeboran.

Di Prabumulih Field, metode tersebut mulai diterapkan tahun ini. GNK-114 menjadi salah satu sumur yang dibor secara bersamaan dengan empat sumur lain yang berada di lokasi berdekatan, yakni GNK-PD66, GNK-PD65, GNK-PD68 dan GNK-PD79.

Metode tersebut ditujukan untuk memangkas waktu pekerjaan dan meningkatkan efisiensi kegiatan pengeboran karena satu rangkaian fasilitas dapat digunakan untuk beberapa sumur dalam satu area.

Namun, GNK-114 tidak hanya mengandalkan efisiensi dari sisi pengeboran. Pada sumur ini, PHR Zona 4 juga menerapkan teknologi dual completion untuk mengoptimalkan produksi dari lebih dari satu lapisan reservoir.

Baca Juga :   PLN Paparkan Enam Strategi Hadapi 2023 Kepada Komisi VII DPR RI

Melalui metode tersebut, satu sumur dapat memproduksikan dua kelompok lapisan reservoir secara bersamaan. Pada GNK-114, produksi dilakukan dari lapisan TAF-K1 serta lapisan TAF C series yang terdiri dari TAF-C1 dan TAF-C2.

Strategi tersebut memungkinkan beberapa lapisan reservoir diproduksikan melalui satu sumur sehingga tidak diperlukan pembangunan sumur terpisah untuk setiap lapisan yang ditargetkan.

Manager Subsurface and Development Area 2 PHR Zona 4 Chandra Mustofa Eka mengatakan GNK-114 merupakan sumur pilot dalam penerapan batch drilling dan dual completion di kawasan Gunung Kemala.

“GNK-114 merupakan sumur pilot untuk melaksanakan arahan SKK Migas menerapkan batch drilling dan dual completion di Gunung Kemala,” ujarnya.

Ia menjelaskan, skema dual completion pada GNK-114 menggunakan strategi komplesi long string pada lapisan K1 serta komplesi short string commingle pada lapisan C1 dan C2.

Hasil awal dari sumur tersebut selanjutnya akan dievaluasi untuk melihat peluang penerapan teknologi serupa pada sumur lainnya.

“Kami akan mengevaluasi pencapaian ini dan mengkaji peluang mereplikasi penerapan teknologi serupa di sumur-sumur lainnya,” kata Chandra.

Capaian GNK-114 menjadi tambahan produksi bagi PHR Zona 4 yang pada 2026 menargetkan produksi minyak sebesar 30.305 BOPD dan gas 485,07 MMSCFD.

PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Rokan. Wilayah operasinya mencakup PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering dan PHE Raja Tempirai.

Wilayah kerja tersebut tersebar di Kota Prabumulih dan Palembang serta Kabupaten Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ulu.

Penulis: Riki Okta Putra
  • Bagikan