PLN UID S2JB Tegaskan Kesiapan Jaga Keandalan Listrik, Dukung Ketahanan Energi Nasional

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menegaskan komitmennya menjaga keandalan pasokan listrik sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik dan percepatan transisi energi.

Komitmen tersebut disampaikan saat PLN UID S2JB mengikuti Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) bertema “Akselerasi Kapasitas Publik dalam Pemahaman Kebijakan Energi Nasional, Isu Strategis, dan Cadangan Energi Nasional” yang digelar di Palembang, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Dewan Energi Nasional (DEN), pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan sektor energi untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi tantangan energi nasional.

Mewakili General Manager PLN UID S2JB, Manager Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) S2JB, Yanuardi Arief Budiyono, menjadi panelis yang memaparkan strategi PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Selatan.

Menurut Yanuardi, penguatan sistem kelistrikan terus dilakukan melalui pemeliharaan dan pengembangan jaringan distribusi, pemanfaatan teknologi digital, pemantauan sistem berbasis data secara real time, hingga peningkatan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

“PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik melalui inovasi, transformasi digital, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat memperoleh layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan menjaga kontinuitas pasokan listrik tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur. Kecepatan membaca kondisi sistem, akurasi pengambilan keputusan, kesiapan petugas di lapangan, serta koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam penanganan gangguan kelistrikan.

Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional, Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN Eng, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa energi merupakan fondasi utama pembangunan nasional sekaligus penopang stabilitas ekonomi, pertahanan, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, tantangan global seperti konflik geopolitik, fluktuasi harga energi, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi menuntut Indonesia memiliki kebijakan energi yang adaptif dan tangguh.

“Ketahanan energi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Semakin kuat kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula kemampuan Indonesia menghadapi tantangan energi di masa depan,” katanya.

Dalam sesi diskusi, Anggota DEN Unggul Priyanto memaparkan pentingnya memperkuat cadangan penyangga energi melalui diversifikasi sumber energi, peningkatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), serta sistem mitigasi risiko guna menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

Sementara itu, Akademisi Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim, M.S., CP., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng., menyoroti pentingnya riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai pilar utama transformasi energi di daerah.

Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Selatan, Akhirul Jaya Wardana, S.T., M.Eng., turut memaparkan langkah pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pengembangan energi baru terbarukan di Sumatera Selatan.

Melalui forum tersebut, PLN UID S2JB menegaskan kesiapan mendukung implementasi kebijakan energi nasional hingga tingkat operasional. Dengan sistem yang semakin terdigitalisasi, personel yang siaga, serta sinergi bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, PLN optimistis mampu menjaga keandalan pasokan listrik guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.

  • Bagikan
Exit mobile version