SUMSELDAILY.CO.ID, MUBA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) terus mengintensifkan proses pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Bayung Lencir pascagangguan pada trafo berkapasitas 6,5 MVA di Gardu Hubung (GH) DSSP Sumsel 5 yang terjadi pada Mei 2026.
Meski gangguan tersebut berdampak pada kualitas tegangan listrik di sejumlah wilayah, PLN memastikan pasokan listrik kepada pelanggan tetap terjaga melalui berbagai langkah teknis dan pengalihan jaringan.
Manajer PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sungai Lilin, Ucok Darmawan, mengatakan sejak awal terjadinya gangguan, PLN langsung melakukan manuver jaringan dengan mengalihkan pasokan listrik dari sistem yang disuplai Gardu Induk Sungai Gelam, Jambi.
“Langkah ini dilakukan agar kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung. Pasokan listrik tetap dapat disalurkan kepada pelanggan,” ujar Ucok, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, gangguan yang terjadi bukan disebabkan oleh kekurangan daya pada sistem kelistrikan. Namun, kondisi jaringan yang dialihkan menyebabkan sebagian pelanggan merasakan penurunan kualitas tegangan listrik atau lampu yang terlihat redup.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, PLN telah melakukan sejumlah upaya teknis, mulai dari optimalisasi konfigurasi jaringan distribusi, penyesuaian peralatan, pemasangan empat trafo tap khusus pada lokasi ujung jaringan, hingga pemasangan dua unit kapasitor 20 kV guna meningkatkan performa sistem kelistrikan.
Selain fokus pada pelanggan umum, PLN juga memberikan perhatian khusus terhadap objek vital pelayanan publik seperti fasilitas kesehatan, penyediaan air bersih, dan layanan publik lainnya agar tetap mendapatkan pasokan listrik yang andal selama masa pemulihan.
Di sisi lain, PLN juga mempercepat proses penggantian trafo utama yang mengalami gangguan. Trafo pengganti yang didatangkan dari PLTD Payo Selincah, Jambi, saat ini tengah menjalani serangkaian pengujian teknis sebelum dioperasikan.
Proses pemulihan juga meliputi penggantian sejumlah peralatan yang terdampak, pembangunan kembali koneksi kabel sisi masuk dan keluar trafo, serta pengujian menyeluruh terhadap sistem pengaman kelistrikan untuk memastikan keandalan sistem saat kembali beroperasi normal.
Ucok menargetkan seluruh pekerjaan pemulihan dapat rampung pada pekan ketiga hingga keempat Juni 2026.
“Kami memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan sesuai standar operasional dan mengedepankan aspek keselamatan agar sistem yang kembali beroperasi memiliki tingkat keandalan yang optimal,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak selama proses pemulihan berlangsung, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga aparat kepolisian yang turut membantu kelancaran pekerjaan di lapangan.
PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang andal bagi masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di Bayung Lencir dan wilayah sekitarnya.
Melalui berbagai langkah percepatan yang dilakukan, perusahaan optimistis proses pemulihan dapat selesai sesuai target sehingga kualitas pasokan listrik kepada pelanggan kembali normal. (*)














