SUMSELDAILY.CO.ID, MUARAENIM — PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, menginisiasi Program Pusaka Artha dengan mengadopsi teknologi industri migas untuk mendukung pemeliharaan infrastruktur pipa air bersih di desa.
Melalui program ini, Pertagas memodifikasi teknologi pigging—yang lazim digunakan untuk membersihkan pipa penyalur gas—menjadi teknologi tepat guna bagi jaringan pipa air desa. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat.
Manager Communication Relation & CSR Pertagas, Imam Rismanto, mengatakan pemanfaatan teknologi pigging merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat desa.
“Pertagas membawa teknologi yang selama ini digunakan di industri migas untuk menjawab persoalan pemeliharaan pipa air desa secara lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Imam.
Sebagai proyek percontohan, teknologi ini diterapkan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. Pertagas juga menggelar Workshop Pengenalan Inovasi Sistem Pigging yang dilaksanakan langsung di area Pamsimas RT 05, sehingga warga dapat menyaksikan praktik penerapannya secara langsung.
Uji coba teknis yang dipandu teknisi Pertagas, Deka, menunjukkan hasil signifikan. Dengan memanfaatkan tekanan air pompa untuk mendorong alat sikat khusus (pig), pembersihan pipa dapat dilakukan tanpa bongkar pasang. Waktu pengerjaan yang sebelumnya mencapai 6–8 jam kini dipangkas menjadi hanya 1–2 jam dengan kebutuhan tenaga kerja lebih sedikit.
Ketua Paguyuban Pamsimas RT 05, Santo, mengungkapkan bahwa sebelum adanya inovasi ini, proses pembersihan pipa sangat menguras tenaga dan waktu.
“Dulu harus gotong royong seharian untuk servis pipa. Sekarang jauh lebih cepat dan ringan. Karena mudah, kami bisa membersihkan pipa seminggu sekali, sehingga air yang sampai ke warga lebih lancar dan jernih,” jelas Santo.
Imam menambahkan, Pertagas akan terus mengembangkan adopsi teknologi migas untuk menjawab persoalan riil di tengah masyarakat. Inovasi ini juga sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
