SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat menjadi titik balik transformasi sistem logistik dan perekonomian daerah. Proyek strategis ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 atau paling lambat 2029.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Project Launching Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, yang digelar di Griya Agung, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, kehadiran pelabuhan samudera bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan solusi jangka panjang atas berbagai persoalan distribusi komoditas unggulan Sumsel.
“Selama ini kita menghadapi tantangan besar dalam logistik. Komoditas unggulan seperti batu bara, karet, dan kopi harus melalui provinsi lain, sehingga biaya menjadi tinggi dan daya saing menurun,” ujar Herman Deru.
Ia juga menyoroti keterbatasan Pelabuhan Boom Baru yang saat ini berada di tengah kota. Selain terdampak pendangkalan Sungai Musi, pelabuhan tersebut dinilai tidak lagi mampu melayani kapal berukuran besar secara optimal.
“Dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi juga sosial. Kemacetan dan risiko kecelakaan meningkat akibat aktivitas logistik yang padat di dalam kota,” jelasnya.
Herman Deru menilai pembangunan pelabuhan di Tanjung Carat akan menjadi jawaban atas berbagai keterbatasan tersebut, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi kawasan.
Sementara itu, Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa Sumatera Selatan memiliki peran penting sebagai simpul ekonomi nasional yang membutuhkan sistem logistik yang efisien dan terintegrasi.
“Pelabuhan Tanjung Carat ini dirancang untuk menjawab kendala teknis dan operasional yang selama ini dihadapi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa proyek tersebut telah mencapai milestone ke-11 dari total 15 tahapan, dan diharapkan seluruh proses pembangunan dapat rampung sebelum 2029.
Menariknya, pembangunan pelabuhan ini tidak bergantung pada APBN maupun APBD, melainkan didorong oleh investasi swasta. Hal ini diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu, menyebut proyek ini telah menarik minat konsorsium besar dan berpotensi memicu pengembangan kawasan ekonomi baru di sekitarnya.
Dukungan juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. Dalam pernyataan videonya, ia menegaskan pentingnya proyek ini dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan wilayah.
Pelabuhan Tanjung Carat dinilai akan menjadi gerbang ekspor baru bagi komoditas unggulan Sumsel seperti karet, sawit, dan batu bara. Selain itu, pelabuhan ini juga diproyeksikan menjadi pusat aktivitas logistik modern yang terintegrasi dengan kawasan industri.
Dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) bersama PT Bukaka Teknik Utama, proyek ini mencerminkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan sektor swasta dalam menghadirkan infrastruktur berkelanjutan.
“Ini bukan hanya proyek pembangunan, tapi langkah besar menuju masa depan ekonomi Sumsel yang lebih kuat dan kompetitif,” tutup Herman Deru.
