SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG — Program elektrifikasi nasional terus mempersempit kesenjangan energi. Hingga akhir 2024, rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,83%, mendekati target 100 persen.
Di Sumatera Selatan (Sumsel), capaian elektrifikasi juga tinggi. Data PLN dan Dinas ESDM Sumsel mencatat, pada 2023 rasio elektrifikasi provinsi ini sudah mencapai 99,02% atau setara 2,32 juta pelanggan. Rasio Desa Berlistrik (RDB) Sumsel pada awal 2024 tercatat 99,26% dari 3.258 desa, menyisakan 24 desa yang belum teraliri listrik. Pemerintah menargetkan seluruh desa di Sumsel berlistrik penuh pada 2025.
Kepala Dinas ESDM Sumsel, Hendriansyah, mengatakan listrik bukan sekadar penerangan, melainkan fondasi pembangunan. “Begitu listrik masuk, kualitas hidup masyarakat meningkat. Anak-anak bisa belajar lebih lama, UMKM berkembang, dan layanan kesehatan menjadi lebih baik,” ujarnya di Palembang, 18 September 2025.
Bupati Musi Banyuasin, Apriyadi Mahmud, menambahkan manfaat konkret listrik desa. “Di Muba, listrik membuka peluang usaha rumah tangga dan memberi harapan baru bagi pendidikan anak-anak. Desa Tenggulang Jaya dan Sukamaju baru saja teraliri listrik, melayani sekitar 860 kepala keluarga. Ini bukti nyata energi berkeadilan,” katanya di Sekayu, 19 September 2025.
PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) juga terus memperluas layanan. General Manager Sandika Fadjar menyebut, pihaknya menargetkan seluruh desa di Sumsel mendapat pasokan listrik pada 2026. “Energi berkeadilan artinya masyarakat dari kota besar hingga pelosok menikmati manfaat yang sama,” katanya di Palembang, 20 September 2025.
Manfaat listrik terasa jelas. Di bidang kesehatan, puskesmas desa kini mampu menjaga rantai dingin vaksin dan melayani persalinan malam hari. Penelitian internasional menegaskan, akses listrik yang andal meningkatkan cakupan imunisasi dan menekan angka kematian ibu serta bayi.
Sementara di bidang pendidikan, sekolah di wilayah terpencil sudah mulai menggunakan proyektor dan perangkat digital. Guru-guru melaporkan murid lebih antusias karena kelas lebih interaktif.
PLN juga mencatat bahwa di Sumsel, sambungan listrik gratis untuk rumah tangga miskin (BPBL) tahun 2024 terealisasi 3.945 sambungan dari target 4.005 rumah tangga.
Hingga kini, lebih dari 81 juta rumah tangga di Indonesia terhubung dengan listrik, dan pemerintah menargetkan pemerataan penuh dalam beberapa tahun mendatang.
Bagi masyarakat 3T, listrik adalah simbol keadilan sosial. Dari ruang kelas hingga ruang bersalin, kehadirannya menerangi masa depan.
