Kapolri Resmikan Kedai ADO Presisi di Palembang, Herman Deru Turut Hadir

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. ke Kota Palembang diisi dengan agenda dialog bersama Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri bersama Gubernur Sumsel Herman Deru juga meresmikan Kedai ADO Presisi yang berada di Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan, di Jalan Hockey Kampus Blok C/20, Palembang, Sabtu (7/3/2026).

Kedai tersebut disiapkan sebagai tempat makan sekaligus ruang berkumpul bagi para driver ojol dengan harga yang terjangkau. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu meringankan biaya hidup para pengemudi yang setiap hari bekerja di jalan.

“Tadi ngobrol-ngobrol bareng bersama, apa yang dibutuhkan dari kepolisian, dan hal-hal yang disampaikan yang bisa bawa ke pusat terkait harapan dan keluhan keluhan dari ojek online yang ada disini,” ungkap orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia itu.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai keberadaan para pengemudi ojol telah memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Menurutnya, sektor transportasi daring turut membantu menekan angka pengangguran di wilayah Sumatera Selatan.

“Pekerjaan sebagai pengemudi ojol tidak perlu diperdebatkan apakah termasuk sektor formal atau informal, selama mampu menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Herman Deru juga berharap para pengemudi ojol dapat menjadi contoh dalam tertib berlalu lintas di jalan raya. “Pasalnya, para driver setiap hari berada di jalan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” paparnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPD ADO Sumsel M. Asrul Indrawan menjelaskan, gagasan pembangunan Kedai ADO Presisi bermula dari komunikasi dengan Polda Sumatera Selatan menjelang rencana kunjungan Kapolri ke Palembang.

“Saat itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menyampaikan keinginan Kapolri untuk bertemu langsung dengan para pengemudi ojol dan berdialog mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi,” katanya.

Dari komunikasi tersebut muncul ide untuk menyediakan fasilitas yang dapat membantu para driver, baik sebagai tempat beristirahat maupun untuk menekan biaya makan sehari-hari.

“Kedai tersebut kemudian direnovasi dengan dukungan dari kepolisian hingga menjadi Kedai ADO Presisi yang kini dapat dimanfaatkan oleh para driver ojol untuk makan, minum kopi, serta berkumpul dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Dalam dialog bersama Kapolri, sejumlah persoalan yang sering dihadapi pengemudi ojol juga dibahas, mulai dari faktor keamanan hingga perlindungan bagi para driver saat bekerja di lapangan.

“Salah satu rencana yang akan dijalankan adalah penerapan sistem panic button bagi pengemudi ojol. Fitur ini memungkinkan driver untuk langsung meminta bantuan kepada kepolisian apabila mengalami kondisi darurat seperti kecelakaan ataupun tindak kejahatan,” paparnya.

Selain itu, komunitas ADO juga telah memiliki sistem pelacakan lokasi internal yang dapat memantau posisi para driver saat bekerja. Sistem tersebut diharapkan dapat terhubung dengan pihak kepolisian guna mempercepat penanganan jika terjadi insiden di lapangan.

Asrul menilai pertemuan langsung antara Kapolri dan komunitas ojol di Palembang menjadi perhatian khusus, karena belum pernah dilakukan di daerah lain.

“Langkah tersebut menunjukkan adanya kepedulian serta keseriusan pemerintah dan kepolisian dalam mendengar aspirasi para pengemudi transportasi daring,” tandasnya.

  • Bagikan
Exit mobile version