Herman Deru Ingatkan Pengusaha Muda Tak Hanya Kejar Untung, Ratusan Bantuan Usaha Disalurkan

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru mengingatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta generasi muda agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki mental tangguh, kemampuan membaca peluang pasar, dan kecakapan mengelola keuangan untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Menurut Herman Deru, keberhasilan menjadi pengusaha tidak cukup ditentukan oleh besarnya modal atau bantuan yang diterima. Ketahanan mental, kemauan untuk terus belajar, serta kemampuan menghadapi persoalan menjadi faktor penting agar usaha dapat berkembang dan bertahan di tengah persaingan.

Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri penyerahan bantuan usaha dan bantuan sosial rehabilitasi bagi masyarakat Sumsel di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel, Senin (26/10/2026).

“Menjadi pengusaha itu tidak enteng karena lebih dari separuh perjalanan usaha diisi dengan berbagai masalah. Karena itu, kita harus tangguh,” kata Herman Deru.

Ia menegaskan, ketangguhan seorang pengusaha bukan semata-mata ditunjukkan melalui keberanian mengambil risiko, melainkan juga kemampuan mengendalikan emosi dan mencari solusi ketika menghadapi persoalan.

“Tangguh bukan berarti menonjolkan keperkasaan, tetapi mampu mengelola emosi dan menyelesaikan persoalan dengan baik,” ujarnya.

Herman Deru mengatakan, tantangan dalam dunia usaha tidak hanya dialami pengusaha pemula. Perusahaan besar yang telah berkembang pun tetap menghadapi berbagai tekanan, baik dalam mempertahankan kualitas produk, memenuhi kebutuhan konsumen, maupun menjaga keberlangsungan bisnis.

Karena itu, ia meminta para penerima bantuan tidak menjadikan bantuan pemerintah sebagai satu-satunya tumpuan dalam membangun usaha. Dukungan tersebut harus dimanfaatkan sebagai modal awal untuk meningkatkan kemampuan dan memperkuat kemandirian ekonomi.

“Bantuan ini memang tidak seberapa, karena masih ada tiga tantangan yang harus mereka hadapi,” katanya.

Herman Deru menjelaskan, tantangan pertama yang perlu diperhatikan pelaku usaha adalah meningkatkan keterampilan secara berkelanjutan. Perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan dunia usaha menuntut pengusaha untuk terus memperbarui pengetahuan serta kemampuan.

Baca Juga :   Paslon Matahati Siap Jalankan Program Prabowo

Menurutnya, pelaku UMKM tidak boleh berhenti belajar setelah mendapatkan bantuan peralatan atau mulai memperoleh keuntungan. Sebaliknya, mereka harus terus meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar.

Tantangan kedua adalah memperluas akses pasar. Produk yang berkualitas, kata dia, harus diiringi kemampuan menjangkau konsumen agar memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.

Dalam hal ini, pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan diharapkan berperan sebagai fasilitator untuk membantu pelaku usaha memperkenalkan produk dan membuka jaringan pemasaran.

“Pasar itu penting. Pemerintah, Sultan Muda, OJK, dan BI bisa menjadi fasilitator untuk membuka akses pasar dan membantu produk mereka tampil atau dikenal,” jelasnya.

Namun, setelah memperoleh akses pasar, pelaku usaha tetap harus mampu bersaing. Herman Deru menilai kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan.

“Setelah itu, yang ketiga adalah bagaimana mereka bersaing melalui pelayanan,” ujarnya.

Ia pun meminta pengusaha muda tidak mudah menyerah ketika menghadapi kritik, tekanan, maupun persaingan. Berbagai persoalan tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi dan meningkatkan kualitas usaha.

“Strategi usaha itu banyak jenisnya. Kita harus terus belajar, melihat peluang, dan mencari cara untuk menyelesaikan masalah,” katanya.

“Kalau ingin menjadi wiraswastawan, harus siap menghadapi persoalan. Obatnya adalah ketangguhan,” tambah Herman Deru.

Selain kemampuan mengelola usaha, Herman Deru turut menyoroti pentingnya pengendalian diri bagi generasi muda yang ingin membangun bisnis, termasuk perusahaan rintisan atau startup.

Ia menyarankan anak muda memulai usaha berdasarkan minat dan passion masing-masing agar memiliki semangat untuk terus belajar dan bertahan ketika menghadapi kesulitan.

Menurutnya, kecintaan terhadap bidang usaha dapat menjadi salah satu modal untuk menjaga konsistensi dalam mengembangkan bisnis.

Baca Juga :   5 Juni 2025 Penyerahan SK Pengangkatan CPNS dan Pelantikan PPPK oleh Bupati Muba

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan pengusaha tidak berhenti ketika usaha mulai menghasilkan keuntungan. Pengelolaan keuangan dan gaya hidup juga harus menjadi perhatian agar perkembangan bisnis tidak terhambat oleh pengeluaran konsumtif.

“Jangan sampai baru sukses sedikit, kita langsung menjadi angkuh dan lebih mementingkan gaya hidup,” pesannya.

Herman Deru menilai pengusaha muda perlu membiasakan diri mengelola pendapatan secara bijak, termasuk memprioritaskan kebutuhan pengembangan usaha dibandingkan keinginan konsumtif.

“Tantangan menjadi pengusaha bukan hanya bagaimana meraih kesuksesan, tetapi juga bagaimana mempertahankan usaha dan mengelola diri sendiri,” tegasnya.

Ia berharap generasi muda Sumsel mampu membangun usaha secara bertahap, memperkuat kemampuan bersaing, dan tidak cepat berpuas diri ketika mulai meraih keberhasilan.

l

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa bantuan usaha yang disalurkan Pemerintah Provinsi Sumsel merupakan stimulan untuk membantu masyarakat meningkatkan produktivitas dan mengembangkan kemandirian ekonomi.

Ia meminta penerima bantuan menggunakan fasilitas yang diberikan sesuai kebutuhan usaha agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi inilah stimulan untuk memulai dan mengembangkan usaha. Manfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa bantuan pemerintah merupakan amanah karena bersumber dari uang negara yang berasal dari masyarakat. Oleh sebab itu, penerima bantuan diharapkan dapat mempertanggungjawabkan pemanfaatannya melalui kegiatan produktif.

“Kalau nanti usaha sudah berkembang dan sukses, jadilah pelaku usaha yang tertib dan ikut berkontribusi bagi daerah,” kata Herman Deru.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sumsel, Dr. Apriyadi, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup peralatan usaha bagi pelaku UMKM, bantuan stimulan untuk pengembangan keterampilan dan usaha, serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :   Kasat Lantas Polrestabes Medan: Plat Nomor Mobil Pelapor Laka Lantas Gunakan Plat Toko

Melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumsel, pemerintah menyalurkan 92 unit mesin jahit, 30 unit kompor gas, satu set mesin bengkel, satu set mesin songket, tiga unit alat katering, serta 10 unit alat panggang sate beserta tabung gas.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan produksi, meningkatkan keterampilan penerima, serta membantu pelaku usaha memperbaiki kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar.

Selain peralatan usaha, Dinas Sosial Provinsi Sumsel menyalurkan bantuan stimulan berupa program keterampilan menjahit Angkatan II Tahun 2026 dan keterampilan tata rias salon Angkatan II Tahun 2026.

Bantuan lainnya meliputi dukungan usaha warung sembako bagi penyandang disabilitas serta bantuan usaha bagi penyandang disabilitas pengguna kursi roda.

Program tersebut ditujukan untuk memperkuat keterampilan dan membuka kesempatan bagi penerima manfaat agar dapat menjalankan usaha sesuai kemampuan serta kebutuhan masing-masing.

Adapun bantuan dari Gubernur Sumsel meliputi pemenuhan kebutuhan dasar bagi anak-anak dan pemberian alat bantu berupa kursi roda bagi lanjut usia (lansia).

Bantuan sosial ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari para lansia yang membutuhkan.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Provinsi Sumsel berharap dukungan yang diberikan tidak hanya membantu penerima dalam memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan keluarga.

Pengembangan UMKM yang disertai peningkatan keterampilan, akses pasar, dan pengelolaan usaha yang baik diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta membuka peluang kerja baru di Sumsel.

Penulis: Riki
Editor: Redaksi
  • Bagikan