Forbisda 2026: Herman Deru Dorong Hilirisasi, Pemuda Diminta Jadi Penggerak Ekonomi

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 yang digelar BPD HIPMI Sumatera Selatan menjadi ajang penegasan pentingnya hilirisasi dan peran generasi muda dalam memperkuat ekonomi daerah.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam sambutannya mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh mengulang sejarah ketika kekayaan alam hanya dimanfaatkan tanpa memberikan nilai tambah bagi bangsa sendiri.

“Kita pernah berada di posisi di mana sumber daya kita diambil, dibawa keluar, sementara kita hanya jadi penonton. Hari ini, itu tidak boleh terjadi lagi,” ujar Herman Deru.

Ia menegaskan bahwa hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

“Kalau kita ingin kuat secara ekonomi, kuncinya ada di hilirisasi. Produk kita tidak boleh lagi dijual dalam bentuk mentah,” katanya.

Sebagai contoh, ia menyebut pengembangan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Sumatera Selatan sebagai langkah nyata transformasi ekonomi.

“Itu contoh konkret. Kita ubah sumber daya jadi produk bernilai tambah. Ini yang harus terus kita dorong,” tegasnya.

Lebih lanjut, Herman Deru menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan ekonomi nasional.

“Kalian ini bukan hanya pelaku usaha, tapi juga menjadi pagar agar produk kita tidak diambil negara lain,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia juga mendorong pemuda untuk berani mengambil peluang di era digital yang semakin terbuka.

“Jangan ragu untuk mulai usaha. Bahkan dari desa pun sekarang bisa berkembang. Kalian harus jadi penggerak dan motivator,” katanya.

Menurutnya, kesiapan generasi muda menjadi semakin penting dalam menghadapi bonus demografi Indonesia pada 2045.

“Kita akan menghadapi bonus demografi. Kalau tidak siap, itu bisa jadi beban. Tapi kalau siap, itu jadi kekuatan besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Sumsel, Puri Andamas, menyampaikan bahwa Forbisda 2026 dirancang sebagai langkah strategis, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Kami ingin forum ini menjadi ruang untuk menyusun langkah nyata dalam mengembangkan potensi daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi komoditas unggulan seperti kopi dan sawit yang terus didorong untuk ditingkatkan nilai tambahnya.

“Beberapa waktu lalu, kita sudah ekspor kopi beserta turunannya. Ini bukti bahwa hilirisasi itu sangat mungkin dilakukan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan komoditas lokal, HIPMI Sumsel turut menggelar brewing competition dan menyiapkan peluncuran Kopi Sriwijaya.

“Kami ingin produk lokal punya nilai lebih dan dikenal lebih luas,” tambahnya.

Melalui Forbisda 2026, diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda dapat terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

  • Bagikan
Exit mobile version