12 Ekor Ayam dan Harapan Baru Amat di Usia 72 Tahun

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, LAHAT – Dua belas ekor ayam menjadi kesibukan baru bagi Amat Surman. Setiap pagi, pria berusia 72 tahun itu memastikan pakan dan minuman tersedia. Sore hari, ia kembali memeriksa kondisi ayam. Begitu pula malam.

Kandang sederhana di samping rumahnya di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, kini menjadi bagian penting dari kesehariannya.

Bukan tanpa alasan. Dari kandang itulah Amat mulai menaruh harapan untuk memiliki penghasilan sendiri.

Beberapa hari terakhir, ayam-ayam yang dirawatnya mulai bertelur. Telur pertama yang dihasilkan mungkin belum banyak, tetapi bagi Amat, hasil tersebut memiliki arti besar. Ada keyakinan bahwa sesuatu yang lebih besar bisa tumbuh dari 12 ekor ayam yang kini dipeliharanya.

“Kalau ayamnya semakin banyak dan produksinya bagus, kami juga bisa mendapatkan penghasilan lebih,” ujar Amat.

Sebelum memiliki kandang tersebut, kehidupan Amat berjalan tanpa pekerjaan tetap. Ia mengaku lebih banyak menganggur dan masih mengandalkan bantuan anak-anak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sebelum merawat ayam-ayam ini bisa dibilang saya menganggur, karena tidak ada pekerjaan tetap. Jadi untuk kebutuhan sehari-hari masih bergantung pada anak saya,” katanya.

Kini rutinitasnya berubah.

Amat harus memastikan ayam mendapatkan pakan dan minum, menjaga kebersihan kandang, serta memperhatikan kondisi ternak. Kandang dibersihkannya setiap dua hari sekali.

Aktivitas tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi Amat. Jauh sebelum berusia 72 tahun, ia telah mengenal dunia peternakan sederhana.

Sejak duduk di sekolah dasar, Amat sudah terbiasa memelihara ayam, bebek dan kambing. Namun, pengalaman masa kecil itu selama ini belum menjadi sumber penghasilan yang dapat diandalkan.

Kesempatan tersebut datang ketika Amat menjadi salah satu penerima manfaat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Baca Juga :   Kejati Sumsel Tahan 5 Tersangka Kasus Kredit BRI ke PT BSS dan PT SAL, 3 Lainnya Belum Ditahan

Melalui program budidaya ayam petelur rumahan di Desa Sirah Pulau, PTBA tidak hanya memberikan ternak, tetapi mencoba membangun aktivitas ekonomi yang dapat dikelola masyarakat dari lingkungan rumah masing-masing.

Pada tahap awal, setiap penerima manfaat memperoleh 12 ekor ayam siap bertelur, satu karung pakan dan kandang baru yang dibangun di dekat rumah.

Ayam dipilih dalam kondisi siap bertelur agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan hasil. Perkiraan awal, ayam akan mulai bertelur sekitar hari ke-24.

Namun, hasil di lapangan justru lebih cepat.

Pada hari ke-16, ayam mulai menghasilkan telur. Hingga 31 Agustus 2026 atau 23 hari setelah distribusi, ayam telah beradaptasi dan mulai berproduksi.

Bagi Amat dan penerima manfaat lainnya, telur pertama menjadi lebih dari sekadar hasil ternak. Produksi tersebut menjadi pemantik semangat untuk meningkatkan skala usaha.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, mulai bertelurnya ayam bantuan menjadi tahapan penting karena masyarakat mulai merasakan manfaat ekonomi dari usaha yang mereka kelola sendiri.

“Kami bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau mulai menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang sebelumnya kami berikan sebagai bagian dari dukungan awal, kini sudah mulai bertelur. Ini merupakan langkah awal yang baik karena masyarakat mulai dapat merasakan hasil dari usaha yang mereka kelola sendiri,” ujar Eko.

Bagi PTBA, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan. Kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha menjadi bagian penting agar program tidak berhenti ketika bantuan selesai.

“Yang ingin kami bangun adalah ekosistem usaha yang dapat tumbuh secara mandiri. Karena itu, selain memberikan ayam dan sarana pendukung, PTBA juga memberikan pelatihan serta pendampingan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha ini secara berkelanjutan,” tutur Eko.

Baca Juga :   Sekda Syafaruddin Buka Diklat, 70 Calon Paskibraka Siap Sukseskan HUT ke-81 RI di Muba

Sustainability Division Head PTBA Dedy Saptaria Rosa mengatakan, mulai berproduksinya ayam petelur menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat.

Tahap berikutnya bukan hanya memastikan ayam tetap sehat dan produktif, tetapi juga meningkatkan kemampuan penerima manfaat dalam mengelola produksi hingga memasarkan telur.

Menurut Dedy, budidaya ayam petelur memiliki manfaat ganda. Selain membuka peluang tambahan pendapatan, telur yang dihasilkan juga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan bergizi masyarakat di tingkat lokal.

“Kami berharap usaha ini berkembang dari skala rumah tangga menjadi usaha bersama yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Desa Sirah Pulau. Selain menghasilkan pendapatan, telur yang diproduksi juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Program tersebut dijalankan PTBA bersama Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pelaksana dan melibatkan tenaga ahli di bidang budidaya ayam petelur. Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) serta Pemerintah Desa Sirah Pulau turut mendukung pelaksanaannya.

Harapan agar usaha tersebut tidak berhenti pada 12 ekor ayam pun mulai diwujudkan melalui persiapan pengembangan ekosistem.

Survei lokasi telah dilakukan di desa terdekat yang berada di wilayah Ring 1 perusahaan. Survei tersebut menjadi bagian dari persiapan penanaman jagung dan pengembangan pabrik pakan mandiri.

Jika berjalan sesuai rencana, pengembangan tersebut dapat memperkuat rantai usaha budidaya ayam petelur, mulai dari penyediaan bahan pakan hingga produksi telur.

Bagi Amat, semua itu mungkin masih berupa harapan. Tetapi telur-telur yang mulai muncul dari kandangnya menjadi bukti bahwa harapan tersebut sudah memiliki awal.

Di usia 72 tahun, Amat kembali memiliki kesibukan. Ia punya sesuatu yang dirawat setiap hari, sesuatu yang bisa menghasilkan, sekaligus sesuatu yang membuatnya kembali percaya bahwa masih ada peluang untuk mandiri.

Baca Juga :   Ratusan Buruh Sumsel Gruduk Kantor Gubernur

Kandang di samping rumah itu memang belum besar. Hanya berisi 12 ekor ayam.

Namun, dari sanalah Amat ingin menumbuhkan lebih banyak.

“Terima kasih kepada PTBA. Kami bersyukur sudah dibantu. Harapannya jangan hanya 12 ekor. Kalau ada tambahan ayam dan pakan, mudah-mudahan bisa segera diberikan,” tutur Amat.

Bagi Amat, semakin banyak ayam berarti semakin banyak telur. Dan semakin banyak telur yang dihasilkan, semakin terbuka pula jalan untuk mendapatkan penghasilan sendiri.

Dari sebuah kandang sederhana di samping rumah, harapan itu kini mulai tumbuh.

Penulis: Riki Okta Putra
Editor: ROP
  • Bagikan