SUMSELDAILY.CO.ID, JAKARTA – PT PLN (Persero) terus memperkuat transparansi layanan kelistrikan melalui fitur “Simulasi Biaya” pada aplikasi PLN Mobile. Fitur ini memungkinkan pelanggan mengetahui estimasi biaya berbagai layanan listrik secara rinci sebelum mengajukan permohonan.
Melalui fitur tersebut, pelanggan dapat menghitung sendiri kebutuhan biaya layanan seperti pasang baru, tambah daya, hingga layanan lain yang tersedia dalam aplikasi. Estimasi ditampilkan secara detail sesuai ketentuan resmi perusahaan, termasuk opsi paket Sertifikat Laik Operasi (SLO) apabila diperlukan.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan inovasi ini menjadi bagian dari upaya perseroan meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberikan kepastian biaya kepada pelanggan.
Menurutnya, kehadiran fitur simulasi biaya juga bertujuan meminimalkan praktik penggunaan jasa perantara yang berpotensi merugikan pelanggan. Dengan mengetahui estimasi resmi sejak awal, pelanggan dapat mengakses layanan secara langsung tanpa biaya tambahan di luar ketentuan.
“Seluruh proses layanan kelistrikan kini dapat dilakukan secara mandiri melalui PLN Mobile, dengan estimasi biaya yang transparan dan sesuai aturan,” ujarnya.
Untuk menggunakan fitur tersebut, pelanggan cukup mengunduh aplikasi PLN Mobile melalui Google Play Store atau App Store, kemudian login menggunakan nomor ponsel yang terdaftar. Setelah masuk ke aplikasi, pelanggan dapat memilih menu “Simulasi Biaya”, menentukan jenis layanan yang diinginkan, melengkapi data yang dibutuhkan, lalu menekan tombol “Hitung” untuk melihat estimasi biaya secara otomatis.
Informasi yang ditampilkan mencakup rincian komponen biaya sehingga pelanggan dapat merencanakan kebutuhan listriknya secara lebih terukur.
PLN menegaskan, seluruh layanan resmi hanya dilakukan melalui kanal resmi perusahaan, termasuk aplikasi PLN Mobile, guna memastikan keamanan, kenyamanan, dan perlindungan pelanggan dari potensi praktik tidak resmi.
Sebagai BUMN kelistrikan, PLN saat ini menjalankan agenda Transformasi 2.0 dengan fokus pada digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap transisi energi dan target Net Zero Emissions (NZE).














