Sumsel Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Infrastruktur

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Di tengah keterbatasan infrastruktur pertanian, Provinsi Sumatera Selatan terus menunjukkan ketangguhannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selama lima tahun terakhir, produksi beras di wilayah ini terus meningkat dari 2,7 juta ton menjadi target 3,5 juta ton gabah kering giling pada tahun 2025.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani dan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi lahan, meski masih menghadapi sejumlah kendala mendasar seperti minimnya jaringan irigasi dan akses jalan pertanian.

“Sumsel kini berada di peringkat kelima nasional dalam produksi padi. Kita bersyukur produktivitas terus meningkat, meskipun banyak tantangan di lapangan,” ujar Deru, Kamis (16/10/2025).

Dari total lebih dari 500 ribu hektare lahan sawah di Sumsel, hanya sekitar 100 ribu hektare yang memiliki jaringan irigasi teknis. Sementara sisanya masih sangat bergantung pada curah hujan, kondisi yang dinilai cukup berisiko terhadap stabilitas produksi pertanian.

Keterbatasan infrastruktur jalan, terutama di wilayah sentra produksi pangan di sejumlah kabupaten, juga menjadi hambatan dalam memperlancar distribusi hasil panen dan akses petani terhadap sarana produksi.

“Ketahanan pangan itu bukan hanya soal menanam dan memanen. Hulu dan hilirnya harus kuat. Hulu itu irigasi dan pupuk, sedangkan hilirnya adalah jalan, pelabuhan, dan stabilitas harga,” tegas Deru.

Ia berharap dukungan lebih besar dari pemerintah pusat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur pertanian yang lebih merata, agar Sumsel dapat semakin kokoh sebagai lumbung pangan utama di luar Pulau Jawa.

“Sumsel punya potensi besar untuk menjadi penopang pangan nasional, terutama beras. Tapi kita butuh dukungan infrastruktur agar pertanian bisa tumbuh lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan semangat kemandirian dan sinergi lintas sektor, Sumatera Selatan kini menatap masa depan pertanian yang lebih kuat, produktif, dan berdaya saing meski masih harus berjuang menaklukkan tantangan infrastruktur di lapangan.

Baca Juga :   Warga Mura Tumpah Ruah Sambut Paslon MATAHATI
  • Bagikan