SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam (RDPS), Pemerintah Kota Palembang mulai menunjukkan arah pembangunan yang lebih terstruktur dan berdampak.
Momentum ini ditandai dengan pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Palembang Tahun 2027 yang digelar di Ruang Rapat Parameswara, Kamis (19/02/2026).
Dalam forum tersebut, Ratu Dewa menekankan bahwa tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada peletakan fondasi pembangunan yang kuat, dengan menitikberatkan pada inklusivitas, keberlanjutan, serta peningkatan daya saing daerah.
“RKPD bukan sekadar dokumen rutin, tetapi arah strategis pembangunan kota. Di sinilah kita memastikan perencanaan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Forum ini dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Palembang, DPRD, hingga perwakilan pemerintah pusat yang mengikuti secara virtual. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk memastikan sinkronisasi kebijakan dari pusat hingga daerah berjalan optimal.
Di tengah tantangan global, berbagai indikator pembangunan Kota Palembang menunjukkan capaian yang cukup progresif dalam satu tahun terakhir.
Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di atas 5 persen, bahkan mencapai 5,82 persen hingga Triwulan III 2025. Penurunan angka kemiskinan juga tercatat signifikan, dari 9,77 persen menjadi 9,04 persen.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka turun ke angka 6,81 persen, sementara inflasi tetap terkendali di 2,92 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 83,27, menempatkan Palembang pada kategori sangat tinggi.
Salah satu capaian paling menonjol adalah penurunan angka stunting dari 18,90 persen pada 2023 menjadi 10,60 persen pada 2024.
“Ini menunjukkan bahwa intervensi yang kita lakukan tepat sasaran. Kolaborasi lintas sektor berjalan efektif,” kata Dewa.
Meski capaian awal cukup menggembirakan, Pemerintah Kota Palembang menyadari tantangan ke depan tidak semakin ringan. Perubahan ekonomi global, tekanan inflasi, hingga dampak perubahan iklim menjadi faktor yang harus diantisipasi.
Untuk itu, arah pembangunan 2027 tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menekankan pemerataan dan keberlanjutan.
Beberapa fokus utama meliputi penguatan UMKM dan hilirisasi ekonomi, pengendalian harga pangan, pengurangan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur dan ketahanan lingkungan.
“Kita ingin pembangunan yang dirasakan semua lapisan masyarakat, bukan hanya angka statistik,” tegasnya.
Sebagai implementasi visi tersebut, Pemkot Palembang menjalankan lima program unggulan, yakni Palembang Sehat, Palembang Cerdas, Palembang Peduli, Palembang Gercep, dan Palembang Belagak.
Kelima program ini diterjemahkan ke dalam 38 kegiatan prioritas yang menyasar sektor layanan dasar, reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Ratu Dewa, kecepatan dan ketepatan pelayanan menjadi kunci utama dalam memastikan program berjalan efektif.
“Birokrasi harus bergerak cepat dan adaptif. Hasil kerja harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Melalui forum ini, ia berharap rumusan RKPD 2027 mampu menjadi pijakan kuat dalam melanjutkan pembangunan Kota Palembang yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
“Ini baru langkah awal. Satu tahun ini adalah fondasi menuju Palembang 2027 yang lebih berdaya saing dan sejahtera,” pungkasnya.














