Ratu Dewa Tegaskan Keberpihakan kepada Pekerja Lapangan, 2.037 PPPK Paruh Waktu Resmi Dilantik

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam memperkuat pelayanan publik kembali ditegaskan. Wali Kota Palembang Ratu Dewa melantik sebanyak 2.037 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Angkatan 2025, Senin (22/12), di halaman Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik, Kambang Iwak.

Pelantikan ini menjadi bukti nyata arah kebijakan kepemimpinan Wali Kota Palembang yang menempatkan pekerja lapangan sebagai bagian penting dari sistem pemerintahan. Para pegawai yang dilantik selama ini berperan langsung menjaga kebersihan, ketertiban, dan keberlangsungan layanan dasar kota.

Dalam sambutannya, Ratu Dewa menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap mereka yang selama bertahun-tahun bekerja di balik layar.

“Bapak dan Ibu adalah bagian dari denyut nadi kota ini. Tanpa kehadiran kalian, roda pelayanan tidak akan berjalan dengan baik,” kata Ratu Dewa.

Ia menyebut, pelantikan PPPK Paruh Waktu merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pelayanan publik sekaligus memberikan kepastian status kepada para pekerja.

“Kita ingin pelayanan publik semakin kuat, dan itu dimulai dari kesejahteraan serta kepastian bagi para petugas di lapangan,” ujarnya.

Sebanyak 2.037 PPPK Paruh Waktu yang dilantik berasal dari berbagai sektor pendukung pemerintahan, mulai dari petugas kebersihan, sopir angkutan sampah, hingga tenaga teknis. Sebelumnya, mereka bekerja sebagai pegawai harian lepas dengan keterbatasan hak dan perlindungan.

Menurut Ratu Dewa, perubahan status ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kinerja dan rasa tanggung jawab.

“Ketika negara hadir memberikan kepastian, maka pengabdian akan semakin kuat,” tegasnya.

Dalam pelantikan tersebut, Wali Kota juga mengangkat kisah Ibu Samsia Kurniati dan Bapak Parin sebagai representasi dedikasi panjang para PPPK Paruh Waktu.

Ibu Samsia, petugas kebersihan yang telah bekerja sejak 2007, dikenal konsisten memulai tugas sejak subuh demi menjaga wajah kota tetap bersih.

Baca Juga :   Rombongan Remaja Serang Warung Makan di Macan Lindungan

“Saya tidak pernah berpikir sejauh ini. Yang penting bekerja dengan jujur. Hari ini saya bersyukur mendapat kepercayaan lebih besar,” ujarnya.

Sementara Bapak Parin, sopir angkutan sampah sejak 2005, menilai pelantikan ini sebagai amanah baru.

“Ini bukan akhir perjuangan, tapi awal tanggung jawab yang lebih besar,” katanya singkat.

Ratu Dewa mengingatkan agar para PPPK Paruh Waktu tidak berjarak dengan masyarakat setelah resmi dilantik.

“Jangan berubah sikap. Tetaplah menjadi bagian dari lingkungan tempat tinggal masing-masing. Status ASN bukan alasan untuk melupakan asal-usul,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan integritas dalam menjalankan tugas.

Kepala BKPSDM Kota Palembang M. Yanuarpan menegaskan bahwa PPPK Paruh Waktu merupakan bagian dari aparatur negara yang memiliki tanggung jawab pelayanan.

“Pelantikan ini bukan hanya seremoni. Masyarakat akan menilai kinerja Saudara setiap hari,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pegawai mampu menjaga etika kerja dan profesionalisme.

Dengan bertambahnya 2.037 PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Kota Palembang optimistis kualitas pelayanan publik akan semakin meningkat. Kebijakan ini juga dinilai sebagai langkah transformasi pengelolaan SDM yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

Di tengah suasana khidmat pelantikan, ribuan pegawai berdiri tegak mengikrarkan komitmen untuk terus mengabdi. Bagi mereka, hari itu bukan sekadar pelantikan, melainkan simbol kepercayaan dan tanggung jawab baru dalam melayani Kota Palembang.

  • Bagikan