PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang mempercepat digitalisasi distribusi dan mengoperasikan pabrik generasi baru berenergi rendah untuk mengamankan pasokan pupuk Sumbagsel, wilayah penopang 15–18% distribusi nasional.
SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG, 11 Oktober 2025 — Di tengah peningkatan kebutuhan pupuk dan dinamika iklim yang semakin ekstrem, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang memperkuat ketahanan pangan nasional melalui dua langkah strategis: digitalisasi penuh jaringan distribusi dan pengoperasian pabrik berenergi rendah dengan automasi tinggi. Kebijakan ini memastikan suplai pupuk di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) tetap terjaga pada musim tanam kritis.
Direktur Utama Pusri, Daconi Khotob, menyatakan transformasi tersebut menjadi penanda perubahan besar industri pupuk Indonesia. “Kami membangun model baru industri pupuk yang lebih efisien dan mampu menjamin pasokan jangka panjang,” ujarnya.
Efektivitas digitalisasi distribusi terbukti saat banjir pasang memutus akses darat menuju kawasan pertanian Pampangan, Ogan Komering Ilir (OKI). Sistem Distribution Planning & Control System (DPCS) dan Retail Management System (RMS) mendeteksi penurunan stok secara real-time dan otomatis mengalihkan rute pengiriman ke jalur sungai. Pengiriman tetap tiba tepat waktu, memastikan musim tanam tidak tertunda. Hingga kini, 95% kios resmi di Sumatera Selatan telah terhubung digital, membuka akses pemantauan stok dan penyaluran secara transparan.
Pada lini produksi, Pabrik Pusri III-B menjadi mesin baru dengan kapasitas 1.350 ton amonia dan 2.750 ton urea per hari. Dengan automasi penuh dan konsumsi energi lebih rendah, fasilitas ini melengkapi Pusri 2B yang memproduksi sekitar 907 ribu ton urea per tahun. Kombinasi keduanya mengamankan pasokan untuk Sumbagsel yang menjadi salah satu barometer distribusi nasional.
Transformasi Pusri turut diperkuat di hilir melalui pemupukan presisi. Di Banyuasin, Program MAKMUR meningkatkan produktivitas lahan hingga 18,3% dalam dua musim tanam. Pemerintah Provinsi Sumsel menilai stabilnya suplai pupuk dan pendampingan teknis menjadi kunci capaian surplus beras lebih dari 600 ribu ton dalam dua tahun terakhir.
Sejalan dengan arah Holding Pupuk Indonesia, Pusri juga mempercepat transisi menuju industri rendah karbon melalui efisiensi konsumsi gas, pemantauan emisi berbasis sensor, serta penguatan area hijau. Langkah ini menjadi fondasi pengembangan clean ammonia, komoditas yang diproyeksikan sebagai energi bersih masa depan.
Secara nasional, Pupuk Indonesia mencatat stok pupuk subsidi melampaui ketentuan pemerintah: sekitar 1,42 juta ton urea dan 650 ribu ton NPK. Hingga 2025, lebih dari 42 juta petani dan 25 ribu kios telah terintegrasi dalam sistem distribusi digital. Menurut pakar kebijakan pangan IPB University, Prof. Suryana, konsistensi distribusi dan efisiensi energi yang dilakukan Pusri menjadi faktor penting menjaga produktivitas serta kepercayaan petani.
Dengan penguatan produksi, jaringan distribusi digital, pemupukan presisi, dan komitmen emisi rendah, Pusri menegaskan perannya sebagai pilar penting ketahanan pangan dari hulu hingga hilir.














