SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota holding BUMN pertambangan MIND ID, menutup tahun 2024 dengan capaian gemilang. Produksi batubara perusahaan ini mencapai 43,3 juta ton, naik signifikan dibanding 2023 yang sebesar 41,9 juta ton. Kinerja keuangan pun tetap solid, meski fluktuatif, dengan pendapatan mencapai Rp42,64 triliun dan laba bersih Rp12,56 triliun.
Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, PTBA juga menggarap sejumlah proyek strategis untuk memperkuat hilirisasi dan mendukung transisi energi bersih. Salah satunya adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 MWp di lahan pascatambang Ombilin, serta pengembangan produk turunan batubara seperti coal to humic acid dan coal gasification. “Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah bisnis mendukung keberlanjutan energi,” ujar manajemen PTBA dalam laporan tahunan.
Selain PLTS, PTBA tengah mengembangkan pembangkit listrik berbahan bakar batubara off-grid berkapasitas 700 MW untuk mendukung kebutuhan energi smelter. Perusahaan juga melanjutkan ekspansi jalur angkutan batubara Tanjung Enim–Keramasan sepanjang 158 km, dengan kapasitas angkut 20 juta ton per tahun.
Komitmen Sosial: Rp21 Miliar untuk 50 Ribu Penerima Manfaat
Di luar bisnis inti, PTBA terus menguatkan perannya dalam pemberdayaan masyarakat. Sepanjang 2024, perusahaan menggelontorkan dana Rp21,04 miliar untuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang memberi dampak bagi lebih dari 50 ribu orang.
Program-program unggulan seperti BIDIKSIBA (beasiswa bagi lulusan SLTA dari keluarga pra-sejahtera), Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka), dan Gernas Tastaba untuk peningkatan literasi membaca menjadi fokus di sektor pendidikan. PTBA juga meluncurkan program Ayo Sekolah untuk membantu siswa SD hingga SMA di sekitar wilayah operasional.
Di bidang kesehatan, pengobatan gratis bekerja sama dengan RS Bukit Asam Medika terus berjalan, sedangkan pada sektor ekonomi, perusahaan membina 162 UMKM, menggelar 478 pelatihan, dan mengembangkan berbagai usaha seperti pertanian nanas, perikanan, industri kreatif, hingga pelatihan manajemen keuangan.
Hijau dan Berkelanjutan
Keseriusan PTBA terhadap lingkungan tercermin dalam upaya reklamasi lahan pascatambang seluas 2.457,35 hektare, rehabilitasi daerah aliran sungai mencapai 5.199,18 hektare, serta pelestarian 213 tanaman anggrek dari 94 spesies. Perusahaan juga mengembangkan PLTS irigasi pertanian di 9 lokasi dengan total kapasitas ±257 kWp, memberi manfaat untuk 1.338 petani dan lahan sawah seluas 959 hektare.
Atas komitmen tersebut, PTBA meraih PROPER Emas untuk Unit Tambang Tanjung Enim dan Unit Pelabuhan Tarahan, serta PROPER Hijau untuk Unit Pelabuhan Kertapati dan anak perusahaan PT Bukit Pembangkit Innovative.
“Keberlanjutan adalah bagian dari DNA PTBA. Kami tidak hanya menambang batubara, tetapi juga menambang nilai untuk negeri,” demikian pernyataan resmi perusahaan.














