SUMSELDAILY.CO.ID, Batang — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan, termasuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), dalam menghadapi puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, meninjau langsung operasional SPKLU di Rest Area KM 379A Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3). Ia menyampaikan bahwa sistem kelistrikan nasional berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang mencukupi.
“Daya mampu nasional sekitar 52 gigawatt, dengan beban puncak 35 GW. Artinya masih ada cadangan sekitar 17 gigawatt, sehingga kondisinya aman,” ujarnya.
Selain menjaga keandalan pasokan listrik, pemerintah juga mendorong kesiapan infrastruktur kendaraan listrik agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa perseroan telah melakukan berbagai langkah antisipatif sejak jauh hari, mulai dari sisi pembangkit hingga distribusi.
“PLN siap menjaga pasokan listrik termasuk infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik tetap andal dan prima bagi masyarakat,” kata Darmawan.
Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengungkapkan bahwa jumlah kendaraan listrik yang digunakan untuk mudik tahun ini diproyeksikan mencapai lebih dari 23 ribu unit, meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN bersama mitra telah menyediakan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan jarak antar-SPKLU rata-rata sekitar 22 kilometer.
Khusus jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, tersedia 1.681 unit SPKLU di 994 titik, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan periode Idulfitri tahun lalu. Selain itu, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU mobile di titik-titik strategis sebagai layanan darurat.
Tak hanya dari sisi jumlah, PLN juga meningkatkan kualitas layanan dengan meng-upgrade teknologi pengisian dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging di sejumlah lokasi dengan tingkat penggunaan tinggi.
Untuk memudahkan pengguna, PLN menghadirkan fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) dalam aplikasi PLN Mobile. Fitur ini mencakup Trip Planner untuk memetakan lokasi SPKLU serta AntreEV yang memungkinkan pengguna memantau antrean secara real time.
Selain itu, PLN juga memperluas sistem pembayaran digital melalui layanan EV-TAP yang kini tersedia di 20 SPKLU di rest area jalur Trans Jawa, memungkinkan transaksi menggunakan kartu elektronik.
PLN juga menyiagakan lebih dari 5.000 personel untuk memastikan seluruh infrastruktur pengisian daya beroperasi optimal selama periode mudik. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat mengakses layanan 24 jam melalui aplikasi PLN Mobile atau hotline WhatsApp resmi SPKLU.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah dan PLN optimistis layanan kendaraan listrik selama arus mudik Idulfitri tahun ini dapat berjalan lancar, sekaligus mendorong kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.














