SUMSELDAILY.CO.ID, BANYUASIN – Pertamina EP Ramba Field kembali mendapat pengakuan atas upaya menjalankan operasi hulu minyak dan gas bumi yang berkelanjutan. Anak usaha Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 itu meraih penghargaan Platinum dalam ajang Indonesian Responsible Business Award (IRBA) dan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026.
Pada ajang ENSIA 2026, Pertamina EP Ramba Field bahkan memborong penghargaan Platinum di empat kategori. Keempatnya yakni Efisiensi Energi, Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah B3 (LB3), Penurunan Emisi, serta Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air.
Senior Manager Pertamina EP Ramba Field Hanif Setiawan mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus menjalankan kegiatan operasional yang tidak hanya berorientasi pada produksi energi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Apresiasi dalam dua penghargaan tersebut menambah semangat kami untuk terus menjalankan operasi hulu migas berkelanjutan. Pertamina EP Ramba Field tidak hanya berkomitmen memastikan pasokan energi, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat serta lingkungan,” ujar Hanif.
Penghargaan Platinum IRBA 2026 diraih melalui program Pusaka Keluang atau Pemberdayaan untuk Kesejahteraan Melalui Keterpaduan Alam Desa Keluang.
Program yang berjalan sejak 2025 tersebut dilaksanakan di Desa Keluang, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin. Fokusnya mencakup pengelolaan bank sampah, pencegahan dan penanganan stunting, penguatan ekonomi lokal hingga ketahanan pangan.
Program tersebut telah memberikan manfaat langsung kepada sekitar 107 orang, mulai dari balita hingga masyarakat dewasa.
Sementara pada ENSIA 2026, penghargaan Platinum diraih setelah Pertamina EP Ramba Field bersaing dengan 253 perusahaan yang menghasilkan 954 paper inovasi.
Empat penghargaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan program sosial, tetapi juga inovasi yang diterapkan langsung dalam kegiatan operasional hulu migas.
Pada kategori Efisiensi Energi, Pertamina EP Ramba Field mengandalkan inovasi PANSER atau Portable Mixer for Scale Remover. Teknologi ini menggabungkan proses pencampuran dan injeksi scale remover dalam satu sistem dengan memanfaatkan prinsip hydraulic recirculation dari high pressure pump.
Penerapan PANSER membuat penggunaan peralatan menjadi lebih sederhana, sekaligus memangkas waktu operasi dan konsumsi bahan bakar genset.
Inovasi lainnya adalah SIGAP yang meraih Platinum pada kategori Pengurangan dan Pemanfaatan LB3. Program ini memanfaatkan teknologi drone untuk meningkatkan patroli dan pengawasan jalur pipa produksi.
Penggunaan drone membuat pengawasan jalur pipa menjadi lebih efektif sehingga potensi perluasan pencemaran limbah B3 dapat lebih cepat dicegah.
Untuk kategori Penurunan Emisi, Pertamina EP Ramba Field menghadirkan inovasi Black Mamba. Program tersebut menggunakan desain Sucker Rod bersirip helikal untuk meningkatkan keandalan operasi sumur dengan teknologi Sucker Rod Pump (SRP).
Penerapan inovasi tersebut meningkatkan masa operasional atau runlife sumur yang sebelumnya rata-rata hanya sekitar tiga bulan menjadi empat hingga enam bulan.
Perpanjangan runlife berdampak pada berkurangnya frekuensi perbaikan sumur, penggunaan rig dan alat berat, serta konsumsi bahan bakar operasional. Kondisi itu sekaligus berkontribusi terhadap penurunan emisi dan potensi Loss Production Opportunity (LPO).
Sementara itu, pada kategori Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air, Pertamina EP Ramba Field mengembangkan Production ComPASS di Struktur Mangunjaya.
Program tersebut digunakan untuk memetakan dan menganalisis sumur yang belum bekerja secara optimal. Hasil analisis kemudian menjadi dasar untuk mengarahkan konversi sumur menggunakan teknologi yang lebih sesuai.
Melalui Production ComPASS, masa operasional sumur atau runlife meningkat dari sekitar 90 hari menjadi 180 hari. Dampaknya, kebutuhan kegiatan well services dan operasional rig dapat ditekan, termasuk penggunaan air yang dibutuhkan dalam kegiatan tersebut.
Empat inovasi tersebut menunjukkan pendekatan Pertamina EP Ramba Field dalam menjalankan operasi hulu migas dengan menggabungkan aspek efisiensi, keselamatan lingkungan dan keberlanjutan produksi.
Di sisi lain, melalui program Pusaka Keluang, perusahaan juga memperluas manfaat operasi dengan mendorong penguatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah kerja.














