OKI Hattrick Pembina ProKlim Teraktif, Teladan Adaptasi Iklim di Tengah Tantangan Global

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, OKI – Ogan Komering Ilir (OKI) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam upaya adaptasi perubahan iklim. Untuk ketiga kalinya berturut-turut, kabupaten ini meraih penghargaan Pembina Kampung Iklim (ProKlim) Teraktif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebuah bukti nyata kepemimpinan OKI dalam menghadapi tantangan global yang semakin mendesak.

Bayang-bayang perubahan iklim semakin nyata, mengancam keseimbangan alam dan kehidupan manusia di seluruh dunia. Menghadapi tantangan ini, Indonesia tak tinggal diam. Program Kampung Iklim (ProKlim) diluncurkan, sebuah inisiatif yang bertujuan memberdayakan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) muncul sebagai salah satu pelopor dalam mengimplementasikan program ini, menunjukkan komitmen yang kuat untuk membangun ketahanan iklim di tingkat akar rumput.

Dedikasi OKI dalam mengimplementasikan ProKlim tidak luput dari perhatian pemerintah pusat. Pada Festival LIKE 2 yang digelar di Jakarta Convention Center pada Jumat, 9 Agustus 2023, Pj. Bupati OKI, melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Antonius Leonardo, menerima penghargaan bergengsi sebagai Pembina Kampung ProKlim Teraktif dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Abu Bakar.

“Ini merupakan bentuk apresiasi dari KLHK terhadap upaya OKI dalam melaksanakan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” ujar Antonius Leonardo. Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, tetapi juga cambuk bagi OKI untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin kompleks.

OKI telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam membina kampung-kampung ProKlim di wilayahnya. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk beradaptasi dan mengurangi dampak negatifnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) OKI, Aris Panani, menjelaskan lebih lanjut tentang strategi OKI dalam menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, kampung-kampung ProKlim di OKI telah melaksanakan berbagai aksi adaptasi untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim, seperti pengendalian banjir dan kekeringan. Selain itu, aksi mitigasi juga dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, yang merupakan penyebab utama perubahan iklim.

Baca Juga :   Herman Deru Resmikan Taman Olahraga dengan Bangunan Terbesar Berbentuk Tanjak di Lubuklinggau

Pada tahun 2023, OKI terus memperluas jangkauan aksi iklimnya dengan membina 10 desa ProKlim baru. Desa-desa ini tersebar di berbagai kecamatan, termasuk Mesuji, Pedamaran Timur, Mesuji, Kota Kayuagung, dan Tanjung Lubuk. Dengan melibatkan komunitas masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat desa, OKI berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengendalian perubahan iklim.

“Agar makin tinggi kesadaran masyarakat untuk mengendalikan perubahan iklim dengan melibatkan komunitas masyarakat serta pemangku kepentingan di desa,” tutup Aris Panani.

Kabupaten Ogan Komering Ilir telah membuktikan diri sebagai pemimpin dalam adaptasi perubahan iklim. Dengan komitmen yang kuat, inovasi, dan kolaborasi yang erat dengan masyarakat, OKI telah berhasil membangun ketahanan iklim di tingkat akar rumput. OKI telah membuktikan bahwa adaptasi perubahan iklim bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kabupaten ini telah menjadi teladan, menunjukkan bahwa Indonesia mampu memimpin dalam perjuangan global melawan perubahan iklim.

  • Bagikan