SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG– Maraknya kasus pencurian dan penjambretan di wilayah Kelurahan Sukabangun mendorong pemerintah kelurahan memperkuat langkah pencegahan berbasis kewaspadaan warga. Lurah Sukabangun, Hendrik Buditama, S.Pd., M.Si., menilai sebagian besar tindak kejahatan terjadi akibat kelengahan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
“Banyak kejadian berawal dari hal sepele, seperti bermain ponsel di pinggir jalan atau meninggalkan kendaraan tanpa pengamanan. Ini yang terus kami ingatkan,” kata Hendrik, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, upaya pencegahan tidak selalu harus menunggu kejadian besar. Pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di setiap RT menjadi langkah awal yang dinilai efektif untuk menekan ruang gerak pelaku kejahatan.
Hendrik menyebut beberapa lingkungan sudah menunjukkan kesadaran kolektif, salah satunya RT 05, yang secara mandiri mengelola keamanan wilayah dengan ronda malam dan pemasangan CCTV hasil swadaya warga.
“Pernah ada upaya pencurian yang terekam kamera. Walaupun pelaku melarikan diri, kejadian itu membuktikan pengawasan lingkungan bisa mencegah aksi kejahatan sebelum terjadi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pengelolaan iuran keamanan dilakukan secara manusiawi dan tidak memaksa, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Jangan sampai niat menjaga keamanan justru menimbulkan masalah sosial baru,” tegasnya.
Selain pencurian, kasus penjambretan terhadap pelajar juga sempat terjadi di wilayah Jalan Sosial. Hendrik menjelaskan, berkat kesiapsiagaan petugas Linmas yang berada di sekitar lokasi, pelaku berhasil diamankan dan langsung diserahkan ke Polsek setempat.
Pihak kelurahan juga mewaspadai potensi pencurian sepeda motor yang kerap terjadi saat warga sedang melaksanakan ibadah. Untuk itu, koordinasi intensif dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa terus dilakukan melalui patroli rutin dan patroli mendadak di titik-titik rawan.
Hendrik mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam menjaga keamanan pribadi dan lingkungan, seperti menghindari penggunaan ponsel secara mencolok, memastikan kendaraan terkunci ganda, serta saling mengingatkan antarwarga.
“Keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Perubahan perilaku warga adalah benteng pertama,” pungkasnya.














