Jadi Pengusaha Sukses Butuh Mental Kuat, Komunikasi Baik, dan Adaptasi Teknologi

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menekankan bahwa kunci sukses menjadi pengusaha tidak semata terletak pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada kekuatan mental, kemampuan komunikasi, dan sikap dalam menghadapi tantangan.

Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam Rapat Persiapan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi UMKM yang digelar di Kantor OJK Provinsi Sumsel, Rabu (8/4/2026), hasil kolaborasi AIM ASEAN dan Kumpul Impact.

“Di era sekarang, semua harus mutakhir. Jangan sampai kita tertinggal karena tidak mau beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk AI,” ujar Herman Deru.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Menurutnya, karakter pribadi tetap menjadi faktor penentu utama dalam meraih kesuksesan.

“Yang pertama itu ekspresi. Tidak ada orang sukses dengan wajah masam. Bukan soal tampan atau cantik, tapi bagaimana kita menampilkan wajah yang ramah dan menyenangkan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif dalam membangun relasi dan kepercayaan.

“Kalau komunikasinya judes, suka menyindir, mungkin dapat perhatian, tapi itu tidak akan membawa kita pada kesuksesan jangka panjang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru turut membagikan pengalaman pribadinya menghadapi kegagalan sebelum akhirnya berhasil menjadi gubernur.

“Saya ini pernah kalah, baik dalam pemilihan bupati maupun gubernur. Tapi saya tidak berhenti. Dengan komunikasi yang baik dan sikap yang tetap positif, justru banyak orang yang akhirnya membantu saya,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan.

“Jangan takut gagal. Yang penting itu bagaimana kita bangkit. Ketangguhan itu yang akan membawa kita ke titik sukses,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Herman Deru mengajak generasi muda dan pelaku UMKM untuk tidak terjebak pada keterbatasan modal.

Baca Juga :   Sengketa di Batas Kebun: Pengerukan PTPN IV Seret Warga Galang ke Jurang Ketidakadilan

“Jangan selalu berpikir harus punya modal besar dulu. Mulai saja dulu dengan apa yang ada, manfaatkan teknologi sebagai alat bantu,” pesannya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat, dengan target melahirkan 100 ribu “sultan muda”.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh kolaborasi untuk mencetak pengusaha-pengusaha muda yang tangguh di Sumsel,” ujarnya.

Sementara itu, Associate Director AIM ASEAN, Sarita Kinanti, menyampaikan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif regional untuk mempercepat transformasi digital UMKM.

“Program ini tidak hanya bicara teknologi, tapi juga bagaimana UMKM bisa memanfaatkan data dan beradaptasi dengan perubahan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung potensi besar Sumatera Selatan yang memiliki akar sejarah kewirausahaan kuat sejak masa Kejayaan Sriwijaya.

“Ini bukan kebetulan. Sumsel punya DNA saudagar. Tinggal bagaimana kita menghidupkan kembali semangat itu di era digital,” katanya.

Sarita menambahkan, pelatihan AI ini juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan teknologi.

“AI itu alat yang sangat kuat. Karena itu, penggunaannya harus tetap memperhatikan etika dan tanggung jawab,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabila Karbala, Kepala OJK Provinsi Sumsel Arifin Susanto, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

  • Bagikan