Herman Deru Ungkap Transformasi Rumah Tahfiz Sumsel di Hadapan Menag: “Dulu Disalahpahami, Kini Jadi Kekuatan MTQ Nasional”

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memaparkan perjalanan Program Satu Desa Satu Rumah Tahfiz yang kini berkembang pesat hingga membawa Sumsel menembus prestasi nasional pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Hal itu disampaikan Herman Deru saat memberikan sambutan dalam Tabligh Akbar bersama Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Masjid Cheng Ho, Selasa (12/5/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru mengungkapkan bahwa gagasan rumah tahfiz awalnya sempat mendapat pemahaman berbeda di tengah masyarakat.

“Ketika saya menggagas satu desa satu rumah tahfiz, banyak yang mengira harus membangun rumah secara fisik. Padahal yang paling penting adalah aktivitas pembinaan hafalan Al-Qur’annya,” ujar Herman Deru.

Ia mengatakan, perubahan pola pikir masyarakat terhadap rumah tahfiz menjadi titik awal berkembangnya gerakan pembinaan generasi Qurani di Sumsel.

“Alhamdulillah, sekarang jumlah rumah tahfiz di Sumsel sudah lebih dari 5.000. Ini tidak mungkin berhasil tanpa kolaborasi Kementerian Agama, para guru, tokoh agama, dan masyarakat,” katanya.

Menurut Herman Deru, keberadaan rumah tahfiz telah memberikan dampak nyata terhadap kualitas generasi muda Sumsel, termasuk dalam prestasi MTQ tingkat nasional.

“Bertahun-tahun kita sulit bersaing di tingkat nasional. Tapi pada MTQ 2022, Sumsel akhirnya bisa masuk 10 besar nasional. Itu salah satu buah dari pembinaan rumah tahfiz,” tegasnya.

Selain program rumah tahfiz, Herman Deru juga memaparkan Program P2UKD yang dibentuk Pemprov Sumsel setelah penghapusan P3N pada 2014 silam.

Ia mengaku program tersebut lahir dari kegelisahannya saat berkunjung ke desa-desa dan melihat banyak mantan petugas pelayanan keagamaan kehilangan ruang pengabdian.

“Saya melihat mereka tetap dibutuhkan masyarakat. Akhirnya kita bentuk P2UKD agar mereka tetap bisa melayani urusan keagamaan dan sosial di desa,” ujarnya.

Baca Juga :   Pertamina Perkuat Respon Tanggap Darurat Warga Pangkal Balam Lewat Sosialisasi Emergency Drill dan Edukasi LPG

Herman Deru menyebut saat ini jumlah petugas P2UKD di Sumsel telah mencapai lebih dari 3.000 orang.

“Mereka membantu masyarakat mulai dari urusan pernikahan, pembinaan keagamaan sampai pelayanan sosial lainnya,” katanya.

Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengapresiasi kondisi kerukunan umat beragama di Sumsel yang dinilai tetap terjaga dengan baik.

“Menurut data kami, Sumsel berada di urutan kelima tingkat toleransi beragamanya. Karena itu tidak ada konflik etnis maupun agama yang terjadi di Sumsel,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia juga menegaskan pentingnya memaksimalkan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

“Mari kita jadikan masjid sebagai tempat memberdayakan umat,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel Syafitri Irwan mengatakan nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Sumsel hingga kini tetap terpelihara.

“Penguatan budaya dan agama harus berjalan beriringan agar masyarakat memiliki pegangan moral, spiritual, dan identitas budaya yang kuat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pelantikan Persaudaraan Imam Masjid Provinsi Sumatera Selatan.

  • Bagikan