Drama Musikal Pelajar Angkat Nilai Perjuangan Wako Palembang, “Nyanyian Anak dari Desa” Penuh Pesan Inspiratif

  • Bagikan

SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Drama musikal Nyanyian Anak dari Desa yang dipentaskan di Graha Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring, Kamis (5/2/2025), tak sekadar menjadi sajian seni, tetapi juga ruang pembelajaran nilai kehidupan bagi generasi muda. Kisah perjuangan Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa, yang diangkat ke panggung oleh para pelajar, sukses menyentuh emosi ratusan penonton.

Ratu Dewa yang hadir langsung menyaksikan pementasan mengaku larut dalam alur cerita yang merefleksikan perjalanan hidupnya sejak kecil.

“Saya seperti diajak kembali ke masa lalu. Apa yang ditampilkan ini bukan tentang jabatan saya hari ini, tapi tentang proses panjang yang penuh keterbatasan,” ujar Ratu Dewa dengan suara bergetar.

Ia menegaskan, nilai utama yang ingin disampaikan melalui kisah tersebut adalah ketaatan kepada orang tua dan kekuatan spiritual.

“Saya tidak akan sampai di titik ini tanpa doa orang tua. Dari kecil saya diajarkan untuk patuh, jujur, dan menjaga integritas, termasuk saat masih sekolah,” katanya.

Menurutnya, pementasan seni seperti ini menjadi media yang efektif untuk menanamkan karakter kepada pelajar.

“Kalau anak-anak muda bisa menangkap pesan bahwa kesuksesan itu butuh proses, disiplin, dan doa, saya kira ini sudah sangat luar biasa,” tambahnya.

Antusiasme penonton dan totalitas para pemain membuat Ratu Dewa mulai membuka diri terhadap wacana pengembangan kisah tersebut ke medium yang lebih luas.

“Dulu saya ragu ketika ada tawaran membawa kisah ini ke layar lebar karena kesibukan. Tapi melihat penampilan anak-anak hari ini, saya mulai berpikir ulang,” ungkapnya.

“Kalau ini bisa menginspirasi lebih banyak orang, tentu patut dipertimbangkan,” sambung Ratu Dewa.

Ketua YPLP PGRI Kota Palembang, Hasanudin, menilai pementasan ini merupakan bukti bahwa seni budaya mampu menjadi sarana pendidikan yang kuat.

Baca Juga :   Pemkab Muba Gelar Acara Pengantar Tugas Apriyadi

“Ini bukan sekadar pertunjukan tahunan. Ini adalah bagian dari proses pembentukan karakter dan keunggulan sekolah,” tegas Hasanudin.

“Bidang seni budaya sudah lama menjadi identitas SMA PGRI 2 Palembang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMA PGRI 2 Palembang, Herry, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan sosok Ratu Dewa dilakukan secara sadar dan terukur.

“Kami ingin menghadirkan figur nyata yang dekat dengan kehidupan siswa dan memiliki kisah perjuangan yang relevan,” jelas Herry.

“Beliau adalah contoh bahwa anak desa pun bisa menjadi pemimpin, asalkan mau berproses dan memegang nilai,” lanjutnya.

Herry juga menuturkan bahwa pementasan ini merupakan agenda rutin sekolah yang berlangsung selama tiga hari.

“Selama tiga hari, kegiatan ini dihadiri siswa SMP hingga SMA se-Kota Palembang,” katanya.

“Selain pembinaan seni dan budaya, ini juga menjadi sarana promosi sekolah kami yang telah berstatus unggulan tingkat nasional,” tambahnya.

Perhatian penonton turut tertuju pada Fahri, siswa SMP Negeri 12 Palembang yang memerankan sosok Ratu Dewa kecil. Fahri mengaku bangga sekaligus termotivasi.

“Awalnya saya gugup, tapi senang sekali bisa memerankan Pak Dewa waktu kecil,” ujar Fahri.

“Saya jadi lebih semangat sekolah dan ingin sukses seperti beliau,” katanya polos.

Pementasan Nyanyian Anak dari Desa pun membuktikan bahwa kolaborasi seni, pendidikan, dan keteladanan tokoh publik mampu melahirkan pesan inspiratif yang membekas, khususnya bagi generasi muda Palembang.

  • Bagikan