SUMSELDAILY.CO.ID, PALEMBANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di Kota Palembang dan terekam kamera pengawas. Peristiwa tersebut dialami Nita Heryani (52), warga Jalan Taqwa, Perumahan Palm Sejahtera II, Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni, yang harus kembali kehilangan sepeda motornya untuk kedua kalinya.
Kali ini, motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi BG 5417 AEU raib digasak pelaku. Aksi pencurian tersebut terekam jelas kamera CCTV yang terpasang di rumah korban.


Berdasarkan rekaman CCTV, pencurian terjadi pada Senin, 29 Desember 2025 sekitar pukul 19.44 WIB. Pelaku diduga berjumlah dua orang dengan peran berbeda, satu masuk ke dalam rumah sementara satu lainnya menunggu di luar.
“Saya itu baru pulang kerja, taruh motor didepan rumah seperti biasanya, lalu saya masuk, aku baru sempat liat monitor cctv didalam rumah besok paginya, ada orang masuk, padahal jam 10 malamnya aku sempat kunci pagar tapi aku tidak melihat motor saya itu,” jelasnya saat ditemui wartawan, Jumat 2 Desember 2026.
Dari rekaman tersebut, hanya satu pelaku yang terlihat masuk ke area rumah, sementara pelaku lainnya diduga berjaga di luar untuk mengawasi situasi sekitar.
“Pelaku yang masuk kerumah itu rambutnya berponi, berbaju kemeja kotak-kotak, celana jins, postur tubuh kurus tinggi, pakai masker, pelaku sebelumnya mondar-mandir didepan rumah,” ujaranya.
Pelaku diketahui membuka pagar dan merusak bagian stang motor sebelum membawa kabur kendaraan korban.
“Stang motor ini dipatahin oleh pelakunya, lalu dibawanya keluar untuk kabur, ini sudah kedua kalinya kami kehilangan motor, waktu lalu tahun 2023 kami kehilangan motor N-Max,” katanya.
Atas kejadian tersebut, korban telah melaporkan pencurian ini ke pihak kepolisian. Laporan pertama terkait kehilangan motor sebelumnya dilakukan di Polsek Kalidoni dan belum terungkap, sementara laporan terbaru kini ditangani Polrestabes Palembang.
“Kejadian pertama laporan di Polsek Kalidoni belum terungkap, lalu yang kedua ini kami laporan di Polrestabes Palembang, semoga ini ditindaklah pak, karena ini sangat meresahkan, karena kita tidak bisa kerja oleh kehilangan motor ini rasanya seperti “Patah Kaki” pak,” tandasnya.














