oleh

HD Sambut Baik Direktur Bisnis Regional PLN Sumatera-Kalimantan

PALEMBANG, Sumsel Daily – Sebagai bentuk sinergi PLN dan Pemerintah Provinsi Sumsel, Direktur Bisnis Regional Sumatera-Kalimantan berkesempatan menemui Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H.Herman Deru (HD) disela-sela kunjungan kerjanya.

Pertemuan ini dihadiri jajaran General Manager PLN UIW S2JB, PLN UIP SBS, PLN UIK SBS, PLN UIP3BS dan PLN UIW BABEL.

Direktur Bisnis Regional Sumatera-Kalimantan, Wiluyo Kusdwiharto menyampaikan bahwa sebanyak 15.004 masyarakat pada 7 (tujuh) desa di Kabupaten OKI, OKU Selatan, Banyuasin dan Muara Enim akan segera menikmati aliran listrik dari PLN yang diperkirakan rampung di Bulan Juni 2021.

“Untuk di OKI akan dialiri listrik di Kecematan Sungai Menang Desa Madira, Kecamatan OKU Selatan di Kecamatan Buai Pemacak Desa Sinar Baru, kemudian dua di Kabupaten Banyuasin dan tiga Kabupaten Muara Enim,” terangnya.

Dia berharap Gubernur Sumsel untuk tetap terus mendukung PLN dalam melistrikan masyarakat Sumsel. “Kami mohon dukungan dari pak gubernur terkait kelistrikan sehingga kami dapat melistrikan masyarakat di Sumsel. PLN juga akan mendukung kebijakan pak gubernur yang menginginkan untuk menjadikan Desa di Sumsel teraliri listrik 100 persen. Kami siap mendukung keinginan pak gubernur,” ucap Wiluyo.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) mengucapkan terima kasih atas sinergi yang di lakukan oleh pihak PT PLN untuk mengaliri lisitik bagi masyarakat di Sumsel. Apalagi Sumsel memliki Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa sehingga dapat terkelola dengan baik minimal untuk masyarakat Sumsel itu sendiri,” beber dia.

Menurutnya, seperti di Kabupaten OKI Kecematan Wahyu Mandiri dimana kebutuhan listrik sangatlah penting bagi para tambak udang, karena kebutuhan listrik yang mahal menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang menelan biaya cukup mahal.

“Jaringan listrik disana sangat dibutuhkan karena para petambak udang yang terbebankan listrik bukan pakan. Kenapa mereka cuma berani panen 70 hari dan tidak berani 110 hari, hal itu karena biaya yang cukup mahal, dengan adanya listrik tentu panennya akan memiliki bobot yang baik,” ucapnya.

“Saya minta sinerginya bagi pihak PLN sehingga ada solusi untuk dapat mewujudkan Desa di Sumsel ini teraliari listrik 100 persen,” ujar HD.

Selain itu HD juga mengajak PLN untuk menjadikan Sumsel ini sebagai pengembangan energi terbarukan di satu kota, seperti di Pagaralam, artinya satu-satunya Kota menjadi energinya terbarukan. “Jika ini terwujud akan menjadi satu-satunya di Indonesia sebagai kota percontohan energi terbarukan,” tandas HD.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed